Salinan soerat kiriman Soetan Marah Alam Kamis, Jun 4 2009 

(Dipetik oentoek Sr.K.G. goena tjermin perbandingan)

Samboengan Sr.K.G. no. 15

Hal itoe insja’allah hendak ajahanda hoeboeng dan tjeriterakan lebih pandjang. Sekarang hanjalah ajahanda hendak terangkan pada anak’nda jaitoe sebab2 jang boleh anak’nda ketahoei sadja; tetapi soenggoehpoen begitoe kalau perloe akan ajahanda kabarkan djoega betapa haloean pemerintah tentangan pengadjaran jang terdahap bagi ra’jat boemi poetera, bagi bangsa Belanda peranakan, dan bagi Belanda totok di Hindia ini. Asal anak’nda dapat menjimpan betoel-betoel dalam hati anak’nda, dan kemoedian kalau anak’nda soedah besar nanti bolehlah anak’nda pergoenakan djadi pedoman jang akan dipakai dipadang politiek, hingga moedah sadjalah bagi anak’nda akan meoelas goendjai jang terentang itoe.

Sesoedah dipadoe moefakat dan dikoempoelkan oeang riboe dan ratoes oleh ninik mamak kita itoe, laloe dikirimlah doea orang anak moeda kenegeri Belanda akan beladjar oentoek mengadjar basa Belanda disekolah S.K.G. jang terseboet. Dengan pertolongan Allah tamatlah pengadjaran jang seorang dengan beroleh soerat idjazah (diploma) jaitoe Kahar Masjhoer, tetapi jang seorang lagi mendapat sakit, dan meninggalkan doenia di Kota Gedang (Roestam).

Ketika Kahar Masjhoer sampai di Kota Gedang ia ada meminta pada pengetoeha Studiefonds soepaja ia djangan mengadjar disekolah Studiefonds karena ia akan djadi goeroe di sekolah Goebernemen di Solok; tetapi hal itoe tidak di izinkan oleh pengetoeha S.K.G. dalam pada itoe ia terpaksa meneroeskan mengadjar di sekolah S.K.G.

Tetapi meskipoen demikian Kahar Masjhoer tadi dari boelan keboelan dan dari tahoen kelain tahoen selaloe memindahkan moerid2 sekolah S.K.G. ke sekolah Goebernemen Boekit Tinggi, Pajakoemboeh, Solok, Padang, hingga moerid2 jang bermoela waktoe memboeka sekolah kira2 200 orang banjaknja, maka dalam tahoen ‘15 moerid tadi tinggal 50 orang lagi. Oleh sebab itoe diangkatlah toean G. de Waal van Ancheveen mendjadi goeroe kepala di sekolah Studiefonds, dan goeroe2 dilarang memindahkan moerid sekolah S.K.G. ke sekolah Goebernemen; soedah itoe baroe moelai koerang moerid2 jang pindah, tetapi masih ada djoega seorang seorang sampai pada tahoen ‘17; kemoedian Kahar Masjhoer poen laloe meminta berhentilah.

Oleh karena dari tahoen kelain tahoen banjak kanak kanak jang pindah begitoe maka moerid jang tinggal dikelas tinggi tidak berapa orang lagi dan jang tinggal poen koerang tjakap poela sebab jang mendadi seri (pati) di kelas itoe soedah mendjadi moerid di sekolah H.I.S. Goebernemen sampai ia diambil oleh Goebernemen mendjadi pegawai negeri karena mereka kelihatan pandai dan tjakap dalam sekolah; hingga karena itoelah sadja agaknja anak’nda hendak berniat hendak pindah kesekolah Goebernemen sebab kanak-kanak (moerid sekolah S.K.G.) jang melaloei H.I.S. Goebernemen banjak lebih pandai dari moerid S.K.G.; hingga anak’nda soedah mendjadi beringin poela hendak meninggalkan sekolah S.K.G. masoek sekolah Goebernemen dengan pengharapan soepaja djadi pandai poela seperti moerid S.K.G. jang telah terdahoeloe itoe.

Oleh karena itoelah sadja agaknja anak’nda djadi tergila-gila hendak pindah kesekolah Goebernemen, djadi pekerdjaan itoe tjoema meniroe-niroe pekerdjaan orang jang terdahoeloe, atau soedah mendjadi “biasa” sadja alias hoeroe-hoeroe. Apa perloenja anak’nda hendak pindah kesekolah Goebernemen? apakah matjam dan boekoe peladjaran jang dipakai disekolah S.K.G. itoe tidak sama?

Ataukah moeird-moerid disekolah Studiefonds itoe tidak boleh mentjapai kepandaian jang lebih landjoet? atau bagaimana? ataukah disekolah Goebernemen sadja orang boleh djadi pandai? Heranlah ajahanda memikirkan hal itoe, karena kemaoean anak’nda itoe tjoema karena meniroe-niroe sadja, alias tidak dipikirkan melarat dan moefa’atnja lebih dahoeloe, sebagai pantoen orang:

Kambing bakala djawi tidak
batjamat laloe kemalako
awal dikenal achir tidak
alamat badan binaso

Lain perkara kalau pindah ke sekolah jang lebih tinggi seperti Kweekschool, Cultuur dan landbouwschool dll.

Pada pikiran ajahanda ada hendak menoelis jang lebih pandjang; tetapi oleh karena Post akan ditoetoep terpaksalah ajahanda memendekkan; insjallah lain hari ajahanda hendak menerangkan tentang baiknja bersekolah di S.K.G., sekarang tidak ada waktoe lagi sebab katerangan itoe haroes memakai dalil jang pandjang soepaja anak’nda boleh dapat memahamkan.

Lain chabar baik sadja.

dari ajahanda

(W.G.) A.L.S. Marah Alam

Sumber: Soeara Kota-Gedang Tahoen ke V/November 1920/No.16

Salinan soerat kiriman Soetan Marah Alam Selasa, Mei 19 2009 

Salinan soerat kiriman Soetan Marah Alam No. 1

(Dipetik oentoek Sr.K.G. goena tjermin perbandingan)

Weltevreden 1 Januari 1920

Anak’nda Latifah!

Dengan soerat jang setjarik ketjil ini ajahanda mengabarkan pada anak’nda, bahwa soerat2 anak’nda semoeanja tidak ada jang tidak sampai ke tangan ajahanda, begitoepoen jang terkirim baroe2 ini, segala isinja ajahanda soedah ma’loem belaka.

Membatja soerat anak’nda jang paling achir ini, ajahanda makin djadi terperandjat karena anak’nda mengatakan besar pengharapan akan dapat pindah dari sekolah Studiefonds ke sekolah Goebernemen, karena itoe ajahanda hendak menoelis soerat ini dengan lebih pandjang.

Anak’nda, mendengarkan anak’nda tidak dapat pindah ke sekolah Goebernemen itoe,ajahanda amat besar hati ; kebesaran hati ajahanda itoe boekan sebagai doea bagai, karena kaboellah segala tjita-tjita ajahanda serta segala pemoeka bangsa kita.

“Apakah tjita-tjita itoe?” Tanya anak’nda agaknja. Anak’nda dengarlah baik-baik!

Adapoen sekolah Studiefonds jang ada di Balai Tjoemano itoe didirikan dengan Oesaha dan Kapitaal ninik mamak kita, artinja dengan pendapatan jang terbit dari pikiran ninik mamak kita ; pendeknja titik keringat ninik mamak kitalah jang pendirikan sekolah dan perkoempoelan S.K.G

Anak’nda tentoe soedah ma’loem apa goenanja, sekolah S.K.G didirikan, ja’ni tempat menoentoet berbagai2 kepandaian boekan.

Tjoema jang beloem anak’nda ketahoei ja’ni dimana dan apa perloenja orang pandai.

Karena anak’nda soedah ketahoei, tentoelah anak’nda ta’kan bergiat hendak pindah ke sekolah H.I. S. Goebernemen. Dan tiadalah akan ter tjoepoer dari moeloet anak’nda mengatakan: ” Masih besar pengharapan hendak pindah dari sekolah Studiefonds itoe, karena pikiran anak’nda bahwa kepandaian itoe tjoema boleh didapat di dalam sekolah Goebernemen sadja, sedang di sekolah H.I.S kepoenjaan Studiefonds tidak akan dapat.

Sekarang ajahanda hendak mengabarkan pada anak’nda tjoema hal jang penting lebih dahoeloe akan djadi permoelaan kata.

Dahoeloe tatkala orang Belanda baharoe datang di Sumatra Barat, maka orang kitalah jang lebih dahoeloe berdjinak-djinakan dengan dia; djadi orang kitalah jang terboeka mata lebih dahoeloe dari orang lain, karena itoe poelalah orang kita jang diadjar oleh orang Belanda menoelis membatja, sebab itoelah orang kita jang banjak diambil akan mendjalankan kemaoean kompeni dan Goebernemen seperti; djadi goeroe, djadi djoeroetoelis, djaksa, manteri dll, diantaranja ada jang djadi goeroe di Normaal School Boekit Tinggi dan Dokter Djawa.
Setelah Goebernemen memboeka sekolah Belanda, maka banjaklah kanak2 orang kita jang diambil djadi moerid sekolah itoe ja’ni akan diteroeskan masoek sekolah Docter di Betawi; diantaranja banjak jang sampai mendjadi. Kemoedian setelah beberapa lamanja poela, ja’ni sesoedah orang lain menjoekai poela, maka tempat jang terloeang tadi moesti dibagi rata-rata dengan orang2 lain negeri karena orang itoe anak ra’jat Goebernemen djoega akan diadjar seperti orang kita djoega.

Hingga karena itoelah boeat memasoeki sekolah Belanda pada beberapa tahoen jang telah laloe bertambah lama bertambah soekar, apalagi tempat jang terloeang itoe tidak dilebarkan dari biasanja.

Itoelah pangkal jang pertama sekali makanja ninik mamak kita mendirikan Kinder Vereeniging Julius ja’ni akan pendidik kanak2 jang disediakan oentoek mendjadi moerid disekolah Belanda.

Oleh karena segala kanak2 orang kita amat menjoekai, maka madjoelah perkoempoelan itoe hingga dapat sokongan dari mana2. Lama kelamaan laloe didirikanlah jang lebih besar ja’ni Studiefonds ini jang memakai kapitaal besar.

Kalau anak’nda ada melihat dan memperhatikan ratap tangis seorang iboe ketika anaknja ta’ diterima disekolah Belanda waktoe kira-kira 15 tahoen jang telah laloe, apalagi ketika beberapa moerid sekolah Belanda Boekit Tinggi jang bangsa Melajoe dikeloearkan oleh goeroe sekolah dengan mengatakan bahwa moerid bangsa Melajoe soedah lebih banjak bilangannja dari bangsa Belanda, maka ta’ dapat tiada anak’nda akan menaroeh dendam dalam hati seraja berniat kalau anak’nda soedah djadi besar nanti hendak mendjadi seorang pemoeka ra’jat sebagai toean-toean Hadji Agoes Salim, Tjokroaminoto, Abdul Moeis, Tjipto Mangoen Koesoemo, Soeardi Soerjaningrat dll. Ja’ni akan bekerdja memboekakan pintoe dan djalan jang akan ditempoeh oleh anak kemanakan dan bangsa anak’nda karena anak-anak bangsa kita amat sedikit diberi tempat oentoek meningkat pengetahoean jang lebih landjoet.

Samboengan akan datang

(W.G.) A.L.S. Marah Alam

Sumber: Soeara Kota-Gedang Tahoen ke V/No.15/November 1920

STUDIEFONDS KOTA GEDANG No. 4 Senin, Nov 3 2008 

STUDIEFONDS KOTA GEDANG
No. 4


KOTA GEDANG, Juli 1910

Soerat pemberi tahoean kepada lid
“Studiefonds Kota Gedang”

I. Boeat pertjobaan, pada 25 Juni 1910, telah dikirim oleh Studiefonds kenegri Belanda, doea orang anak moeda, namanja Roestam dan Kahar Masjhoer, jaitoe candidaat Goeroe jang keloear dari sekolah Radja Boekit Tinggi pada tahoen dahoeloe dan njatalah pekerdjaan itoe sebagai orang berladang, boekan menanam bibit jang moeda, hanja telah menanam bibit jang toea dan besar jang soedah beroerat dan berakar.

II. sebagai soedah beberapa kali diperkatakan, bahwa maksoed Studiefonds mengirim kedoea anak moeda itoe, ialah soepaja merekaitoe dapat menambah ilmoenja dalam bahasa Belanda dan pengetahoean jang lain lain, sehingga mendapat soerat Idjazah seperti Kepala Goeroe sekolah Belanda, agar sekolah Studiefonds jang akan dipegangnja kelak di Kota Gedang, sama haknja dengan sekolah Belanda Gouvernement di Hindia ini.

III. Djika sampai kiranja Studiefonds mempoenjai sekolah Belanda sendiri di Kota Gedang, bolehlah sekalian lid Studiefonds mengirim anak kemanakannja kesitoe, sehingga sepandjang fikiran kami Bestuur, lid jang bergadji f. 20.- seboelan, sanggoep memasoekkan anak kemanakannja, sebab wang sekolahnja, makan minoemnja dan pakaiannja, djaoeh lebih moerah dari pada kalau dikirim kenegri jang ramai, oleh hal Kota Gedang itoe soeatoe kampoeng jang ketjil dan soenji.

IV. Akan tetapi, zaman sekarang, boekan tersebab kebesaran belandjanja sahadja jang mendjadi halangan mengirim anak kesekolah Belanda, jang teroetama sekali jang mendjadikan sangkoetannja, ialah tiada boleh diterima disekolah Belanda itoe, sebab kekoerangan tampat; itoelah perloenja sekolah Belanda kepoenjaan studiefonds haroes didirikan.

V. Kalau Studiefonds mempoenjai sekolah Belanda sendiri, maka tentoelah terpandang dan terpoedji oleh Gouvernement, sebab njata pada Gouvernement, bahwa bangsa Melajoe poen keras dan ingin poela hendak mentjapai tangga ilmoe kepandaian bangsa Europa dan pestilah Gouvernement berkasihan djoega, akan mendirikan bagai kita sendiri sekolah Belanda, sebagai soedah djadi pada bangsa Tjina.

VI. Adapoen jang membawa dan memimpin kedoea anak moeda itoe didjalan dan dinegri Belanda, ialah pedoeka toean Assistent Resident L. C. Westenenk, baik dengan akal boedi bitjara, baik dengan wang poen semantara ini, pedoeka toean L. C. Westenenk soedi menolong dan sebab itoelah sekalian lid patoet mendatangkan terima kasihnja kepada pedoeka toean itoe, karena terlaloe koeat dan keras benar hatinja menoendjang Studiefonds kita ini.

VII. Sebeloem berangkat, maka Studiefonds diperentahkan akan memboeat perdjanjian dimoeka Notaris, jaitoe Studiefonds berdjanji, tiada moengkir akan menganggoeng belandja kedoea anak moeda itoe selama tinggal di ngeri Belanda dan merekaitoe poen berdjanji poela, dengan perdjanjian jang boleh menjenangkan hati sekalian lid.

VIII. Sesoenggoehnja mahal didapat dan soekar ditjari zaman kini, anak moeda jang seperti Roetam dan Kahar Masjhoer itoe, karena toenggang hilang, berani mati, mereka soeka melepaskan djabatannja, jang diperoleh dari Gouvernement dengan beberapa soesah pajah, laloe masoek pindah ketangan Studiefonds, dengan pengharapannja jang amat besar poela, akan dapat menolong memadjoekan anak kemanakan lid Studiefonds dan haroeslah poela rasanja sekalian lid memoedji akan merekaitoe, serta menolong dengan doa, moedah2han disampaikan Allah kiranja maksoed kita kedoea belah pehaknja.

IX. Soengoehpoen soedah memboeat perdjanjian dimoeka Notaris sekalipoen, maka kedoea anak moeda itoe mengirimkan sembah ta’adzimnja djoega kepada sekalian lid Studiefonds, jang dipandangnja seperti ma’ bapa’nja, karena adalah kehidoepannja dinegri Belanda, semata2 tergantoeng ditangan Studiefonds dan kalau Studiefonds tidak mengirim akan belandjanja tiap2 boelan, njatalah mereka mati kelaparan dan djika sampai demikian, teranglah lid Studiefonds akan mendjoendjoeng maloe jang amat besar, boekan sadja lid Studiefonds jang beroleh maloe, melainkan sekalian bangsa Melajoe di Hindia ini, tersinggoeng kena miangnja, tambahan lagi lid Studiefonds seperti menganiaja meroesakkan kesenangan kedoea anak moeda itoe.

X. Adapoen kami Bestuur Studiefonds berkata demikian sekarang ini, karena keberatan pekerdjaan itoe teroetama dipikoelkan diatas poenggoeng kami dan apalah daja kami, kalau lid lambat atau segan atau ta’ soeka membajar wang boelanannja dan djika sampai demikian, maka bersoealah sebagai jang terseboet diatas ini. Haraplah kami kepada Allah dan Rasoel, djanganlah Studiefonds ini patah ditengah, melainkan berdiri makin lama makin koeat, karena rasanja tiadalah djalan lain lagi, jang mendjadikan hati lid lemah, enggan, ta’ soeka membajar wang boelanannja, oleh hal wangnja itoe akan dapat kembali dalam 20 tahoen adanja.

XI. Pelita dan roda pedati menjala dan bergiling dengan kekoeatan minjak, begitoe djoega sekalian kongsi atau perhimpoenan, boleh berdiri dengan koeat dan tegoeh, kalau wang boelannnja ada dibajar tiap2 boelan oleh sekalian lidnja, bolehlah berdiri dengan koeat dan haroem semerboek selamanja, karena menoeroet banjaknja lid dan pendapatannja sekarang tjoekoep, boeat belandja kedoea orang moeda itoe selamanja dinegri Belanda, apalagi kalau lidnja bertambah2 djoega.

XII. Sebeloem kedoea anak moeda itoe berangkat, maka kedoeanja telah dimasoekkan djiwanja kedalam assurantie djiwa, sehingga kalau merekaitoe mati dalam 10 tahoen, Studiefonds akan menerima assurantienja itoe, jang sekali2 tidak akan meroegikan kepada kongsi Studiefonds dan begitoe djoega kalau merekaitoe sampai mendjadi, merekaitoe akan membajar kembali wang Studiefonds jang terpakai olehnja, oleh sebab itoe sekali lagi kami Bestuur berkata, bahwa tidak ada djalan lain lagi, jang mendjadikan enggan atau ta’ soeka dihati lid, akan membajar wang boelanannja dengan lambatnja atau ta’ soeka mmbajar.

XIII. Menoeroet perhitoengan Thesaurier, adalah toean ketinggalan lagi wang boelanan dari boelan ………sampai boelan……….djoemlah f…..,harap toean toeloeng bajar dengan lekas kepada Agent di tempat toean atau kirim teroes kepada Thesaurier, soepaja………..soepaja………….djangan besoea sebagai terseboet diatas.

Sekiranja toean soeka, soepaja enteng onkos, wang boelanan toean akan diminta dengan postquitantie, haraplah toean akan memberi chabar dengan segira kepada Thesaurier.

Harap toean tinggal dalam selamat !

Atas nama Bestuur:

De Secretaris,
SOETAN SARIPADO,

STUDIEFONDS KOTA GEDANG No. 2 Sabtu, Agu 23 2008 

“STUDIEFONDS KOTA GEDANG”
No. 2

KOTA GEDANG, datum postmerk

Dengan hormat kami beri tahoekan kepada ankoe, bahwa tentangan kongsi kita jang bernama “Studiefonds Kota Gedang” soedah diakoe sah oleh Gouvernement, sehingga boleh dikatakan pekerdjaan itoe soedah tegoeh, moedah-moedahan Allah mendjadi kebadjikan dan berkat apalah kiranja maksoed kongsi kita itoe.

Sepandjang permoefakatan kami Bestuur seboleh boleh hendak mengirim 2 orang anak ke negeri Belanda dalam boelan Juli dimoeka ini jang akan beladjar ilmoe Goeroe, nan akan mengadjar kelak disekolah Kota Gedang, jaitoe sekolah jang sama haknja dan kepandaian moeridnja dengan sekolah Belanda Gouvernement, dimana anak anak lid boleh dapat pengadjaran behasa Belanda.

Oleh sebab pada permoelaan ini kongsi moesti banjak mengeloearkan belandja dan kas kongsi kita ini lagi kosong, beloem koeat, maka karena itoelah haroes kas itoe dibantoe dan dipersokongkan bersama-sama, agar dia boleh koeat adanja.

Karena sepandjang fikiran kami bahwa ankoe tentoe soeka dan sanggoep menjokong. Karena itoe kami Bestuur mendatangkan permintaan jang amat besar kepada ankoe, moedah-moedahan soedi apalah kiranja ankoe akan menolong barang f…… lain dari pada oeang boelanan jang moelai dari Januari, jaitoe oeang nan tidak akan hilang melainkan mendjadi toekoek tambah wang boelanan ankoe djoega. Haraplah kami permintaan ini ankoe perlakoekan dengan rahim dan toeloes echlas dan akan mengirim dengan segira adanja.

Namens het Bestuur
“Studiefonds Kota Gedang”

MAHARADJA SOETAN,
President.

SOETAN SARIPADO,
Secretaris

Hambapoen menjertai memohonkan
permintaan ini kepada ankoe.
Kepala Laras IV Kotta,
DATOE KAJO

Circulair No. 1 Studiefonds Kota Gedang Rabu, Jun 25 2008 

STUDIEFONDS KOTA GEDANG

No 1.

KOTA GEDANG   AUGUSTUS 1909.

Meingat peredaran doenia waktoe sekarang, bolehlah di katakan amat soesah bagi segala manoesia mentjari penghidoepan, lebih2 kepada bangsa kita Malajoe. Dimana mana soerat chabar dan soerat boelanan, hampir selaloe dipertjakapkan orang tentang kesoesahan mentjari penghidoepan2 kerana hal jang demikian itoe boleh dikata segala bangsa pendoedoek HINDIA-NETHERLAND, sekarang soedah moelai bergerak dengan soenggoeh2 hendak memadjoekan bangsanja masing2. Pergerakan itoe, lain tiada maksoednja soepaja moedah mentjari djalan penghidoepan.

Oempama bangsa TIONG HOA soedah ada mendirikan perkoempoelan TIONG HOA HWE KWAN, bangsa Djawa soedah poela mendirikan BOEDI OETOMO. Perkoempoelan itoe maksoednja ialah akan memimpin bangsanja masing2 kepadang kemadjoean.

Bagaimanakah bagi bangsa kita MALAJOE ? Ja soenggoehpoen didalam soerat2 chabar, beberapa pembantoe mengatakan jang zaman ini zaman kemadjoean dan meadjak anak negri soepaja marika itoe akan berichtiar poela dengan soenggoeh2 tetapi sampei sekarang beloemlah kelihatan alasannja jang benar, sebagai bagi bangsa TIONG HOA dan DJAWA itoe.

Oleh kerana hal jang terseboet, adalah terbit soeatoe ingatan dari pada segala ankoe2 jang telah meadakan soeatoe kerapatan di KOTA GEDANG tanggal 21 dan 22 Augustus 1909 jang dihadiri oleh ankoe:

Datoe Kajo           Larashoofd IV Kota

Maharadja Soetan                Djaksa Landraad di Padang Pandjang,

Soetan Boerhanoedin               ”             ”        ”  Pajakoemboeh,

Soetan Saripado                      ”             ”        ”  Kajoe Tanam,

Soetan Pangeran                     ”         Rapat     ”  Manindjau,

Soetan Mahjoedin                   ”            ”          ”  Palembajan,

Datoe Goenoeng Amas           ”            ”          ”  Soeliki,

Datoe Radja Malintang     Penghoeloe kapala    ”  Kota Gedang,

Soetan Mentri                 Inlandsche scrijver    ”  Palembajan,

Soetan di Negri              Tijdelijk Klerk kantoor Resident  di Fort de Kock

Segala angkoe2 jang terseboet telah tjoba memboeka fikirannja masing2, maka sepandjang timbangan kerapatan, soedah perloe sekarang bagi segala kita, akan berichtiar dengan soenggoeh2, tentang memadjoekan anak negri. Akan menjampaikan maksoed itoe, teroetama sekali haroeslah pendoedoek negri, laki2 perampoean mendapat pengadjaran jang tjoekoep dari sekola.

Soenggoehpoen sekarang soedah ada bangsa kita  MELAJOE jang, mendapat pengadjaran tentang beberapa matjam kepandajan orang EUROPA sebagai INLANDSCH ONDERWIJZER, INLANDSCH ARTS, INLANDSCH VEEARTS enz:, sepandjang timbangan kerapatan beloemlah memadai sehingga ini sadja, adalah soedah waktoenja bagi bangsa kita MELAJOE, akan mendapat ACTE ONDERWIJZER, ARTS, VEEARTS enz.

Akan menjampaikan maksoed itoe, tentoe ta’ moedah bagi masing2 kita, kerana boleh dikatakan dengan oeang beriboe baroe boleh mentjapai pekerdjaan itoe. Siapakah diantara kita jang tjakap ? ? Agaknja dalam seratoes mahal seorang, sedang anak2 bangsa kita adalah banjak jang boleh dimadjoekan menoeroet advies goeroenja masing2, tetapi sajang kerana ta’ ada ongkos, marika itoe terpaksa tinggal sebagi selama ini djoega.

Meingat boeni pepatah orang Belanda ” EENDRACHT, MAAKT MACHT” ertinja ” SEFAKAT ITOE MENDJADIKAN KEKOEATAN”, maka tetaplah fikiran kerapatan akan meadakan soeatoe vereeniging jang di namakan “STUDIEFONDS KOTA GEDANG”.

Adapoen maksoednja STUDIEFONDS itoe ialah akan mengoempoelkan oeang jang goenanja akan pemadjoekan anak negri oempamanja:

  1. Akan pembaiki keadaan pengdjaran bahasa BELANDA dan MELAJOE.
  2. Akan pemadjoekan sekolanja anak2 sepandjang timbangan vereeniging patoet di kirim ke Tanah Djawa atau ke EUROPA akan menjempoernakan pengadjarannja.
  3. enz:

Sepandjang poetoesan kerapatan ditentoekan tiap2 leden akan membajar CONTRIBUTIE 3% dari keoentoengannja, orang jang tiada tetap pentjariannja nanti akan ditaksir oleh commissie jang akan diadakan oleh vereeniging beberapa marika itoe haroes membajar contributie.

Segala peratoeran (Reglement) tentangan ini kemoedian akan diatoer dengan rapi, jang nanti tiap2leden akan dapat dengan pertjoema dari vereeniging.

Kerana tiap2 vereeniging itoe haroes dikemoedikan oleh bestuurnja, maka sepandjang poetoesan kerapatan, ditentoekan jang akan mendjasi bestuur boeat sementara:

President                   Maharadja Soetan

Vice President            Soetan Boehanoedin

Secretaris                  Soetan Saripado

Adjunct Secretaris      Soetan di Negri

Commissarissen:

  • Datoe Radja Bandharo Onderwijzer Bondjol,
  • Soetan Malenggang               ”         Matoer,
  • Soetan Sinaro              Mantri Opium Pajakoemboeh,
  • Soetan Pamenan          Controle Mantri Salajo,
  • Soetan Radja Amas      Inlandsche scrijver Fort v/d Capellen,
  • Soetan di Atas                              ”             Singkarak.

Adapoen ” Studiefonds Kota Gedang” ini ditentoekan moelai berdiri 1 September 1909, sebab segala leden haroes poela membajar contributie moelai dari boelan jang terseboet.

Boeat menerima oeang itoe sementara diserahkan kepada Adjunct Secretaris, oentoek segala ankoe2 jang tinggal diloear kota BoekitTinggi, nanti akan ditentoekan Agent jang akan menoeloeng mengirimkan kepada Adjunct Secretaris jang terseboet. Bagi segala ankoe2 Inlandsche Ambtenaar nanti akan diminta poela atas pertoeloengan Daulat Gouvernement memotongkan gadji masing2 dari kantoor, hingga tiadalah ankoe2 akan menjoesahkan mengirim lagi.

Segala oeang jang telah diterima Adjunct Secretaris, sementara beloem dipergunakan akan dimasoekan ke POSTPAARBANK.

Maksoed kerapatan seboleh boleh dalam tahoen ini; akan dimoelai sekali mengirim satoe atau doea orang ka Europa akan menambah pengadjarannja, soepaja dapat mengambil acte onderwijzer sebagaimana jang termaksoed oleh vereeniging.

Kapada segala ankoe2 Inlandsche Ambtenaar, saudagar, toekang emas enz. berharaplah kami dengan sepenoeh penoeh pengharapan, akan dengan segala soeka hati menjerikati maksoed kami ini, moedah moedahan atas safakatnja kita dapatlah kita menjampoernakan maksoed jang moelia itoe.

Bersama ini adalah kami sertakan satoe Briefkaart jang akan mendjadi djawapan ankoe2, kami harap dengan seboleh-bolehnja, LEKAS ankoe2 mengirim koembali kepada President.

Atas nama Bestuur Studiefonds Kota Gedang

Maharadja Soetan

President

Soetan Saripado

Secretaris

Sumber : Circulair No. 1 Studiefonds Kota Gedang