Salinan soerat kiriman Soetan Marah Alam Kamis, Jun 4 2009 

(Dipetik oentoek Sr.K.G. goena tjermin perbandingan)

Samboengan Sr.K.G. no. 15

Hal itoe insja’allah hendak ajahanda hoeboeng dan tjeriterakan lebih pandjang. Sekarang hanjalah ajahanda hendak terangkan pada anak’nda jaitoe sebab2 jang boleh anak’nda ketahoei sadja; tetapi soenggoehpoen begitoe kalau perloe akan ajahanda kabarkan djoega betapa haloean pemerintah tentangan pengadjaran jang terdahap bagi ra’jat boemi poetera, bagi bangsa Belanda peranakan, dan bagi Belanda totok di Hindia ini. Asal anak’nda dapat menjimpan betoel-betoel dalam hati anak’nda, dan kemoedian kalau anak’nda soedah besar nanti bolehlah anak’nda pergoenakan djadi pedoman jang akan dipakai dipadang politiek, hingga moedah sadjalah bagi anak’nda akan meoelas goendjai jang terentang itoe.

Sesoedah dipadoe moefakat dan dikoempoelkan oeang riboe dan ratoes oleh ninik mamak kita itoe, laloe dikirimlah doea orang anak moeda kenegeri Belanda akan beladjar oentoek mengadjar basa Belanda disekolah S.K.G. jang terseboet. Dengan pertolongan Allah tamatlah pengadjaran jang seorang dengan beroleh soerat idjazah (diploma) jaitoe Kahar Masjhoer, tetapi jang seorang lagi mendapat sakit, dan meninggalkan doenia di Kota Gedang (Roestam).

Ketika Kahar Masjhoer sampai di Kota Gedang ia ada meminta pada pengetoeha Studiefonds soepaja ia djangan mengadjar disekolah Studiefonds karena ia akan djadi goeroe di sekolah Goebernemen di Solok; tetapi hal itoe tidak di izinkan oleh pengetoeha S.K.G. dalam pada itoe ia terpaksa meneroeskan mengadjar di sekolah S.K.G.

Tetapi meskipoen demikian Kahar Masjhoer tadi dari boelan keboelan dan dari tahoen kelain tahoen selaloe memindahkan moerid2 sekolah S.K.G. ke sekolah Goebernemen Boekit Tinggi, Pajakoemboeh, Solok, Padang, hingga moerid2 jang bermoela waktoe memboeka sekolah kira2 200 orang banjaknja, maka dalam tahoen ‘15 moerid tadi tinggal 50 orang lagi. Oleh sebab itoe diangkatlah toean G. de Waal van Ancheveen mendjadi goeroe kepala di sekolah Studiefonds, dan goeroe2 dilarang memindahkan moerid sekolah S.K.G. ke sekolah Goebernemen; soedah itoe baroe moelai koerang moerid2 jang pindah, tetapi masih ada djoega seorang seorang sampai pada tahoen ‘17; kemoedian Kahar Masjhoer poen laloe meminta berhentilah.

Oleh karena dari tahoen kelain tahoen banjak kanak kanak jang pindah begitoe maka moerid jang tinggal dikelas tinggi tidak berapa orang lagi dan jang tinggal poen koerang tjakap poela sebab jang mendadi seri (pati) di kelas itoe soedah mendjadi moerid di sekolah H.I.S. Goebernemen sampai ia diambil oleh Goebernemen mendjadi pegawai negeri karena mereka kelihatan pandai dan tjakap dalam sekolah; hingga karena itoelah sadja agaknja anak’nda hendak berniat hendak pindah kesekolah Goebernemen sebab kanak-kanak (moerid sekolah S.K.G.) jang melaloei H.I.S. Goebernemen banjak lebih pandai dari moerid S.K.G.; hingga anak’nda soedah mendjadi beringin poela hendak meninggalkan sekolah S.K.G. masoek sekolah Goebernemen dengan pengharapan soepaja djadi pandai poela seperti moerid S.K.G. jang telah terdahoeloe itoe.

Oleh karena itoelah sadja agaknja anak’nda djadi tergila-gila hendak pindah kesekolah Goebernemen, djadi pekerdjaan itoe tjoema meniroe-niroe pekerdjaan orang jang terdahoeloe, atau soedah mendjadi “biasa” sadja alias hoeroe-hoeroe. Apa perloenja anak’nda hendak pindah kesekolah Goebernemen? apakah matjam dan boekoe peladjaran jang dipakai disekolah S.K.G. itoe tidak sama?

Ataukah moeird-moerid disekolah Studiefonds itoe tidak boleh mentjapai kepandaian jang lebih landjoet? atau bagaimana? ataukah disekolah Goebernemen sadja orang boleh djadi pandai? Heranlah ajahanda memikirkan hal itoe, karena kemaoean anak’nda itoe tjoema karena meniroe-niroe sadja, alias tidak dipikirkan melarat dan moefa’atnja lebih dahoeloe, sebagai pantoen orang:

Kambing bakala djawi tidak
batjamat laloe kemalako
awal dikenal achir tidak
alamat badan binaso

Lain perkara kalau pindah ke sekolah jang lebih tinggi seperti Kweekschool, Cultuur dan landbouwschool dll.

Pada pikiran ajahanda ada hendak menoelis jang lebih pandjang; tetapi oleh karena Post akan ditoetoep terpaksalah ajahanda memendekkan; insjallah lain hari ajahanda hendak menerangkan tentang baiknja bersekolah di S.K.G., sekarang tidak ada waktoe lagi sebab katerangan itoe haroes memakai dalil jang pandjang soepaja anak’nda boleh dapat memahamkan.

Lain chabar baik sadja.

dari ajahanda

(W.G.) A.L.S. Marah Alam

Sumber: Soeara Kota-Gedang Tahoen ke V/November 1920/No.16

Een Groote Ramp op Kota Gedang Senin, Apr 27 2009 

Bahaja kebakaran jang hebat dinegeri kita.

Tiga roemah besar dan rangkiang jang penoeh berisi padi mendjadi aboe. Enam djiwa mendjadi korbannja dan seorang loeka parah.

Sedjak bermoela poeasa di Boekit Tinggi oedara kering, sang matahari memantjarkan sinarnja dengan tidak terhingga. Sampai 8 hari poeasa demikian halnja, ketika akan masoek kesembilan hari poeasa, maka moelailah toeroen hoedjan. Itoepoen tiada berapa lebat poela. Selama panas hati anak negeri selaloe berdebar-debar, berdebar karena takoet akan bahaja api.

Bagaimana djoega orang kampoeng berhati hati dengan api, roepanja beloem tjoekoep lagi, karena selama poeasa dibahagian Agam ta’ koerang dari 3 bahaja kebakaran, seperti di Tarok, di Garegeh dan jang ketiga atau jang maha besar dan maha hebat sekali soedah terdjadi di kampoeng Kota Gedang dinegeri kita.

Bagaimana tjeritanja, adalah sebagai dibawah ini:

Pada petang Arbaa malam chamis atau tanggal 20 masoek 21 Januari 32, telah terdjadi bahaja api di Kota Gedang pada kira kira djam 12.

Pada ketika itoe Boekit Tinggi, karena hari dalam poeasa malamnja soenji sadja, sebab orang soedah berboeka, barang tentoe masih tinggal lagi diroemahnja akan melepaskan lelahnja, sebab soedah kekenjangan; tambahan lagi sedjak soedah berboeka hoedjan toeroen sebentar sebentar membasahi boemi menambah malasnja hati hamba Allah akan meninggalkan roemahnja. Tetapi ketika poekoel 12 sedang orang akan masoek tidoer setengahnja sedang njenjak tidoer, tiba tiba terdengar boenji lontjeng berbalas balasan.

Orang berhamboeran menoedjoe djalan besar, serta bertanjaan kepada orang nan laloe dimana gerangan bahaja itoe? Sekalian melihat arah kesebelah barat dan tampaklah langit, walaupoen dilipoeti awan dan kaboet jang tebal, asap naik ke oedara dan langit merah, dan boenga api beterbangan. Melihat hal ini njatalah kebakaran itoe tak djaoeh dari Boekit Tinggi dan sebentar lagi berlarianlah orang mengeloearkan pompa. Pompa mesin gemeente keloearlah serta dilarikan oleh auto menoedjoe ketempat perhentian auto, dekat djam gedang, disana dapatlah keterangan, bahasa api itoe di Koto Gedang, hari pk 12.15.

Anak pompa, serta politie semoeanja menoedjoe Kota Gedang. Sampai disana njatalah, bahwa anak negeri telah berkeroemoen pada tempat jang berbahaja itoe. Kampoeng jang selama ini kelam sadja, sebab kebesaran api telah terang tjoetja, seperti disinari lampoe zoeklicht jang besar.

Anak negeri jang tiada berapa bilangannja itoe telah bekerdja mati matian menolong menolak bahaja jang besar itoe. Tetapi bagaimana djoega mereka itoe bekerdja, bahaja jang besar itoe ta’lah moedah disingkirkannja. Api itoe makin bersimaharadjalela djoea. Sehingga dalam sedikit tempoh sadja, tempat itoe soedah mendjadi laoetan api.

Dimana benar gerangan api memakan?

Ja, soepaja pembatja djangan lama betoel mentjahari dan menerka, marilah pen. bawa pembatja sekalian ketempat jang berbahaja itoe. Pitjing dan pedjamkanlah mata e.e. sebentar, dan kita berdjalan dengan pikiran kita arah ke Hilir. kalau kita dari Tapi berdjalan, sampai disoerau Hilir, masoek kita kedalam, dan tiba kita disimpang tiga. Sesimpang ke parak tinggal dan sesimpang lagi ke Laboeh Gadang dan kita toeroetkan djalan ini, kita mengelok dekat laboeh itoe dan teroes kita berdjalan menoedjoe djalan ke Tjatjang. Sampai disini ta’ oesah kita berdjalan lagi karena perdjalanan kita telah sampai kepada tempat bala itoe. Dekat roemah perempoean si Rohana, sebelah kirinja berdirilah seboeah roemah pandjang jang tak koerang dari 9 roeang pandjangnja. Inilah roemah dari perempoean Raha isteri dari Dt. Maharadjo atau roemah perempoean Lilah perempoean St. Malenggang atau roemah orang toea dari engkoe Palin Soetan Alamsjah, Assistent Wedana Pajakoemboeh. Disinilah api itoe bermoela, jang meniwaskan 6 djiwa manoesia dan seorang loeka parah dan 3 roemah serta seboeah rangkiang mendjadi aboe, mendjadi oempan api.

Jang tinggal didalam roemah ketika bahaja itoe terdjadi, adalah terdiri dari perempoean Lilah serta soeaminja, dan perempoean Raha, serta anaknja Fatimah dengan soeaminja Sahar, serta empat orang anaknja jang masih ketjil ketjil seperti Hanifah, Junidar, Sjahriza dan Ishak.

Chabarnja konon pada djam setengah doea belas engkoe Sahar soeami dari Fatimah baroe sadja kembali dari soerau, tetapi tiada berapa lama antaranja, maka memekiklah orang dari dalam roemah itoe meminta tolong serta meneriakkan…,api !!..api !!

Pekik ini roepanja kedengaranlah oleh orang jang berdjaoehan, sehingga dengan sekedjap sadja berhamboeranlah orang keloear roemahnja dan dilihat langit telah merah. Semoeanja berlarian menoedjoe tempat itoe. Dan ketika orang sampai keroemah terseboet, roemah itoe soedah merah oleh tjahaja api. Api boekan main besarnja, sehingga oentoek menolong roemah itoe ta’ dapat lagi dipikirkan. Kata si penglihat api moela moela memakan loteng roemah itoe. Boleh dikatakan sepandjang boeboengan atap itoe telah dihinggapi api. Dan dari atas api itoe toeroen kebawah. Orang jang poenja roepanja ta’ dapat lagi berkemas karena dalam sekedjap sadja api itoe telah mendjadi besar dengan boekan boeatannja. Sehingga keloear sadja soesahlah bagi jang empoenja. Kata orang engkoe Soetan Malenggang dapat djoega keloear dari djendela dengan djalan melontjat, dan isterinja Lilah sampai kepintoe djendjang, tetapi badannja telah ditoeroeti oleh api, dan pakaian jang lekat dibadannja telah menjala,  sehingga dengan pertolongan menantoenja Sahar jang telah lebih dahoeloe keloear dari djendela biliknja, didoekoengnjalah mertoeanja keloear djendjang karena api jang dibadannja amat panas, terpaksa poela ia melepaskan kembali. Kemoedian datanglah orang banjak, dengan bersama sama ditolonglah biai Lilah tahadi. Api dibadannja telah memakan segala kain jang lekat padanja. Orang membawanjalah ketempat jang sedjoek dan dingin, serta diselimoeti dengan kain saroeng.

Soeaminja jang melompat dari djendela itoe ta’ koerang poela dapat serangan dari api itoe, tangan dan kakinja habis terbakar, serta moekanja merah, sebab kena singa api. Setiba dibawah ta’ dapat ia bergerak lagi.

Sehingga dengan pertolongan orang datang dibawa oranglah dia ketempat jang dingin. Kemoedian ia dibawa keroemah saudaranja di Pisang, disana di baroet oranglah ia dengan minjak.

Engkoe Sahar jang melontjat dari djendela oentoenglah tiada apa-apa sesampai ia dibawah dapat djoega ia menjamboet anaknja jang laki-laki nama Ishak dan dibawanja ketempat jang aman.

Ketika ia hendak naik kembali, bertemoelah ia dengan biai Lilah, dan ditolongnja poelalah. Tetapi akan masoek sekali lagi ta’ dapat ia lagi, karena api telah memakan lantai serta dinding roemah.

Orang bertambah ramailah ditempat itoe, semoeanja orang kita belaka baroe serta 3 orang veldpolitie jang baroe kembali ronda dari Sianok. Karena roemah itoe ta’ moengkin ditolong lagi, hanja roemah jang sebelah lagi jang akan didjaga, maka semoeanja bekerdjalah menebang batang pisang serta mempersandar2kannja pada roemah sebelah menjebelah. Seperti sebelah ke Tjatjang jaitoe berdiri roemah biai Dingin dan dimoekanja roemah perempoean Rohana.

Sebagaimana dapat ditolonglah menjiramnja dengan air diember.

Api semangkin besar djoea sehingga meroeak keroemah jang sebelah bawah jaitoe roemah perempoean Tinoen, saudara dari goeroe Jasin di Simpang Tonang. Roemah mana masih baroe lagi, dan beloem soedah benar, toekangnja masih boleh bekerdja djoega lagi, dapat poela disambar api.

Orang jang beroemah pada keliling tempat itoe berkemaslah, serta membawa hartanja, mana jang dapat didjindjing  dan mana jang dapat dikepit dikepit, keloear roemah. Sebab takoet, kalu kalau api meroesak kekiri atau kekanan poela.

Dalam pada itoe jang berwadjib soedah habis datang seperti toean Controleur, san beberapa toean Commissaris lengkap dengan politieopziener dan veldpolitie. Begitoe djoega dari pihak Inl. Ambtenaar, seperti engkoe Onderdistrictshoofd telah lebih dahoeloe berada ditempat kebakaran itoe serta beberapa engkoe engkoe lain jang mengoeroes pompa poen telah ada.

Tetapi karena api maha besar dan hebat meroeak kesebelah kiri keroemah perempoean Bainsjah. Dan dalam beberapa minit sadja roemah itoe soedah sama datar dengan tanah.

Ketika api memakan roemah jang pertama dapat poela ia mendjilat loemboeng padi besar, kepoenjaan biai Raha dan Lilah, jang berdiri dimoeka roemahnja dan seleret dengan roemah Rohana.

Orang kita melihat hal keadaan itoe bersama2lah mendjoekangkan loemboeng terseboet kearah roemah jang hangoes dengan djalan demikian terhindarlah api keroemah perempoean Rohana.

Dalam tempoh koerang lebih 15 menit 3 roemah dan satoe loemboeng telah sama datar dengan tanah. Pompa hanja mendapati api telah memakan dibawah sadja lagi. Roemah jang berdekatan, seperti disebelah atas roemah biai Dingin adalah ta’ sebagai djoea. Dimoekanja roemah per. Rohana demikian djoega. Roemah Rapiah dimoeka roemah si Tinoen djoega ta’ disentoeh api, begitoe poela dengan roemah si Sitti jang berdiri dimoeka roemah si Bainsjah, sjoekoerlah semoeanja terhindar dari malapetaka itoe.

Itoe semoeanja atas pertolongan Illahi djoea dan atas oesaha orang2 jang menolong, sebab dengan tidak bertoelang lemah telah sama2 beroesaha menghindarkan bahaja itoe.

Engkoe Sahar hilir moedik berdjalan mentjahari anaknja jang bertiga dan isterinja dan mertoeanja karena kelima orang ini beloem nampak2nja olehnja lagi sedjak ia toeroen dari roemah. Orang banjak toeroet poelalah mentjahari keroesoek kebelakang roemah terseboet, kalu2 merekaitoe lari karena ketakoetan, ta’ keroean lagi jang ditoedjoenja. Keroemah kaoem kerabatnja jang berdjaoehan dan berdekatan ditanjakan dan disiasat kalau2 kelima orang itoe ada datang keroemahnja melarikan diri. tetapi segala2nja itoe sia2 belaka.

Mendengar sekian orang ta’ bertemoe maka jang berwadjib memerintahkan akan memoedoeri api pada tempat ketjilakaan itoe semati-matinja benar, akan melihat benarkah orang itoe hilang atau terbakar.

Pada djam setengah doea kedoea orang jang loeka2 karena terbakar itoe dikirimlah oleh jang berwadjib keroemah sakit Militair Boekittinggi dengan diantar kaoemnja berangkatlah kedoeanja dengan vracht-auto.

Dalam pada itoe diketoeklah telefoon ke Pajakoemboeh manjoeroeh engkoe Palin poelang.

Tempat ketjelakaan itoe penoehlah dengan orang. Banjak orang datang menolong, dan tentoe ta’ koerang poela jang datang dengan niatan jang boeroek, tetapi pendjagaan politie amat rapi, sehingga ta’ mengchoeatirkan lagi.

Djoega dari tempat bahaja itoe, disini sana beronggok2lah barang2 jang dapat dilarikan dari roemah jang berdekatan serta dikelilingi jang empoenja, dan ditemani oleh karib baid jang datang melihat. Semoeanja menangis mengoengoe2, karena takoet akan bahaja, takoet akan keroegian.

Pada roemah pertama atau roemahnja biai Raha dan Lilah, tidaklah sebagai djoega jang dapat tertolong semoeanja hangoes mendjadi bara. Pada roemah jang kedoea atau roemah si Tinoen, hanja jang keloear kain dibadan sadja, demikian benarlah tjepatnja api berpindah, pada roemah jang ketiga atau roemah si Bainsjah adalah djoega sedikit keloear barang tentoe jang dapat dibawa lari dan diangkat, jang berat soedah tentoe soedah mendjadi oempamanja api.

Kedoea perindoean jang kemoedian ini menangislah tersedoe2, melihat roemah tangganja, harta bendanja jang dikoempoelkannja selama ini dari sedikit kesedikit dengan sesoesah pajahnja poela, dilihatnja dengan sekedjab, mata menghilang dari padanja, hilang mendjadi bara. Bagaimana sedihnja barang dapatlah e.e. menerka. Kedoea familie itoe kehilangan tempat diam, betoel ada familinja, tempat menompang, barang tentoe kedoeanja akan berniat hendak hidoep diroemahnja sendiri poela kelak.

Sedjak semoela api makan, hari oentoenglah tiada berangin, karena kalau berangin poela tak tentoelah berapa besarnja bahaja jang akan menimpa Kota Gedang. Dan sebentar2 toeroenlah hoedjan. Pada djam 2 moelailah hoedjan itoe lebat sedikit, kemoedian tedoeh poela kembali.

Pompa jang menolong doea boeah, jang pertama dibawa oleh pandoe2 H.W dan El Hilal, dan kemoedian oleh anak pompa sendiri. Sejak setengah doea dimoelai menjiram tempat itoe. Air bergoena bagi pompa itoe moela2 diambil dari loeboek kemoedian dari air katjik. Setengah empat selesailah pekerdjaan itoe. Dan orang banjak moelailah oesai, karena bahaja tidak begitoe mentjemaskan lagi. Tambahan lagi waktoe oentoek makan poeasa soedah tiba poela.

Pompa jang seboeah baliklah ke Boekittinggi. Dan pada siang harinja njatalah bahasa orang jang tiada bertemoe itoe telah terbakar hidoep-hidoep. Didalam api didapatnja kematiannja. Chabarnja kelima lima majat itoe mati berdakatan didalam bilik, dibawah tempat tidoer. Majat ta’ dapat kita katakan lagi, karena jang tinggal ialah toelang2 kerangkanja lagi. Tetapi semoeanja itoe masih dapat dikenal lagi pada barang emas jang didapat pada majat itoe seperti gelang, rantai leher, soebang2 mas serta peniti jang didapat disana. Setengahnja soedah hantjoer setengahnja masih baik lagi.

Dihadapan jang berwadjib setelah majat itoe dikenal semoeanja, maka disoesoenlah didjadikan doea oesoengan serta dikapani sekali, dan dibawa kesoerau hilir.

Orang meneroeskan mentjari barang jang ta’ dapat dikeloearkan, karena banjak barangnja jang berharga jang mendjadi aboe. Segala jang moedah dimakan api tentoe aboenjalah jang akan tinggal. Dan barang mas dan perak tentoe akan tinggal djoega. Sebab itoe hanja orang berkepentingan sadjalah jang diizinkan menempoeh dan mentjahari barang terseboet pada peroemahan tadi. Kerdja ini diteroeskan sampai tengah hari.

Engkoe Palin pada djam 4 sampailah di Kota Gedang, bagaimana perasaan hatinja ketika ia melihat roemahnja dan kaoemnja tiada berdjiwa lagi, barang tentoe akan dapat engkoe2 rasakan.

Pada djam 6 dapatlah chabar dari roemah sakit bahasa biai Lilah telah meninggal lagi pada djam 5 pagi disana karena loeka2nja sebab terpanggang itoe. Keloearganja jang perempoean berlarian poelalah keroemah sakit, dengan maksoed akan membawa poelang.

Orang2 kita jang berada di Boekittinggi baik laki2 dan perempoean datanglah melihat keroemah sakit. Kemoedian atas sepakatnja kaoem familienja, diselesaikanlah biai Lilah di Boekittinggi. Djadi dimandikan dikapani dan disembahjangkanlah sekali, kemoedian poekoel setengah sebelas dibawaklah dengan auto poelang, serta diboedjoerlah disoerau hilir bersama2 dengan jang meninggal diroemah.

Pada malam itoe dan paginja hari chamis petjahlah chabar dan berita bahaja dan bentjana apalah jang telah terdjadi di Kota Gedang. Semoeanja datang ke Kota Gedang akan melihat akan menentoei, bagaimana besarnja bahaja itoe. Setengahnja datang mendjangoek, setengahnja datang menoendjoekkan doekatjitanja kepada familie jang telah ditimpa kemalangan itoe.

Orang kita jang berhampiran seperti Pajakoemboeh, Padangpandjang, Batoesangkar dll, poelang belaka.

Hari itoe dan besoknja berbojong2 dan berdoejoen2 orang datang kenegeri kita ta’ oebahnja dengan orang pergi kepekan satoe roepanja.

Engkoe2 ambtenaar ta’ koerang poela jang datang mendjangoek engkoe Palin seperti toeankoe Demang, Onderdistricthoofd, Djaksa dll dari Boekittinggi, dan dari loear, semoenja menoendjoekan kesedihannja akan orang jang ditimpa mara bahaja itoe.

Pada djam setengah doea atas 3 oesoengan dikoeboerkanlah djenazah itoe kepandam pekoeboerannja dibalik kota serta diiringkan oleh beratoes2 handai tolan dan sahabat kaoem nan meninggal.

Pada malam kebakaran itoe terdjadi segala orang kita nan dikota Boekittinggi habis poelang mengedjari negeri dan kampoeng kita, ada jang berauto dan ada poela jan berdjalan, sebabnja semoeanja menaroeh tjemas belaka, karena roemah dinegeri kita kebanjakan ta’ beroeni djadi kalau kita ta’ sama2 poelang barang tentoe akan besar poela bahaja nan akan terdjadi, sebab laki2 kita nan dikampoeng kebanjakan soedah oezoer, ta’ koeat lagi berdjalan malam.

Melihat bahaja nan diatas itoe kalau kita taksir kasar sadja harga roemah serta perkakas jang ta’ ketolongan tak koerang 20,000. Bilangan itoe kalau diselidiki benar, akan lebih dari itoe, sebab berapa barang nan hangoes sadja. Berapa koffer dan peti kain nan mahal2 dan haloes nan mendjadi aboe, berapa banjaknja nan mendjadi handtjoer seperti tjawan pinggan koersi medja, almari dengan isinja jang mahal2. Seloemboeng besar padi dan beras. Pendeknja kalau diseboet akan pandjang djadi kita taksirlah sendiri2. kekajaan jang sekian banjak ta’ lah pekerdjaan sehari atau doea ta’ dapat dikoempoelkan dalam seboelan atau doea melainkan bertahoen dan bermasa lamanja maka djadi. Sekarang dengan sekedjap sadja hilang, kalau orang2 itoe koerang iman barang tentoe akan hilang ‘akalnja, sesat ingatannja. Tetapi marilah kita sama do’akan moedah2an dalam pertjobaan jang besar ini akan tegoeh dan tebal imannja. dan akan djadi batoe oedjian djoealah baginja bahaja ini sehingga menetapkan kepertjajaan dan kejakinannja kepada Allah.

Bahwa didoenia ini tiada jang tetap dan kekal, semoeanja kepoenjaanNja, dan pada ketika Ia hendak mengambil diambilnja demikianlah, pada kita tinggal oesaha dan ichtiar djoea.

Karena anak negeri kita ini serasa dan sesakit, sakit dan keloeh jang satoe ta’ hendak dilihatkannja sadja. Sebab diantara jang kebakaran itoe ada jang berada dan ada poela dengan kebakaran itoe segala jang dipoenjainja habis belaka. Dengan roemah itoe hangoes poelalah kekajaannja jang sedikit itoe.

Orang kita jang boediman dan dermawan telah meadakan Comite Penolong kebakaran Laboeh Gedang ini. Comite terseboet akan beroesaha bekerdja dengan djalan jang halal akan mengoempoelkan wang bagi kaoem jang kebakaran itoe, sehingga mereka itoe akan dapat memboeat pondok atau dangau tempat mereka itoe akan berlindoeng ketika panas dan bertedoeh ketika hoedjan.

Voorwaarts dat is een goede daatd! Sekarang terserah lagi kepada pembatja jang boediman lebih-lebih kepada orang Kota Gedang jang dermawan, djika lijst derma itoe datang boekakanlah banjak-banjak, soepaja kesoekaran jang diderita kaoem terseboet akan berobat hendaknja.

Sebab kalau tidak kita jang menbantoenja, kepada siapa lagi mereka itoe akan minta tolong.

Berita Kota Gedang dengan segala senang hati membantoe pekerdjaan ini dan djoega soeka menjampaikan segala matjam derma, besar ketjilnja kepada Comite terseboet.

Dan Comite inilah nanti jang akan meoeroes dan memboeatkan mereaka jang perloe di tolong itoe, roemah atau pondok dengan kekoeatan wang didapatnja dan dikoempoelkannja.

Pihak nan perempoean jang dinegeri kita soedah dimoelainja mengoempoelkan berasnja ketika melihat orang jang kebakaran ini.

Dan kaoem lelaki nan diroemah poen telah poela bederma besar ketjilnja agar berobat djoega hati jang loeka itoe.

Sekarang tinggal lagi kepada engkoe engkoe jang dirantau, soepaja sama-sama menjertai pekerdjaan jang moelia ini, agar berhasil baik.

Sekali lagi kita toeliskan siapa-siapa jang meninggal disini jaitoe biai Raha isteri dari Datoek Mahardja, dan sekarang beliau berada di Medan. Fatimah anaknja isteri dari Sahar, dan 3 orang anaknja jang perempoean Hanifah, Junidar dan Sjahrizar. dan biai Lilah meninggal diroemah sakit. Sampai kini engkoe M. Soetan Malenggang masih diroemah sakit lagi, menoeroet keterangan dokter loekanja tiadalah berbahaja benar.

Politie sedang bekerdja keras benar sekarang mentjahari asal-asal api itoe. Dan hasil pemeriksaan ini kelak akan kami kabarkan djoea dalam B.K.G.

Demikianlah bahaja jang telah menimpa kampoeng halaman kita. Berapa besarnja dapatlah kita terka, karena beloem pernah terdjadi hal jang sengeri ini; baik dimana sekalipoen.

Segala kaoem kerabat jang keroesakan ini, pada hari Djoemat malam poekoel 10 22/1-32, jang dari Medan soedah sampai diroemah.

Engkoe M. Soetan Malenggang jang sedjak hari Chamis di pelihara dan di rawat diroemah sakit militair, telah meinggal poela oleh sebab loeka-loekanja brandwonden padi hari Sabtoe pagi poekoel 11 23/1-32. Dan Djenazahnja dibawa dengan auto keroemah familinja poelang.

Sumber: Berita Kota Gedang Tahoen ke IV/No.1/Januari 1932

Gemeente Kampoeng Kota Gedang Minggu, Mar 29 2009 

[Samb Sr. K.G. no 11]

Maka dengan beberapa besar harapan kami jang djadi Comite ini soepaja segala ankoe2 Inl. Ambtenaar laki2 perampoean jang berpendapatan lebih dari f. 25,- seboelan dengan segala soeka hatilah hendaknja memberi derma jang f 3,- setahoen itoe; karena boektinja soedah terang dan njata bagi segala sanak soedara jang melihati setiap2 hari atau jang poelang satoe2 kali soedah ada perbedaannja karena tiada menjoesahkan lagi melaloei djalan2 jang telah dibersihkan itoe.

Soenggoehpoen demikian sepandjang ingatan kami masih banjak lagi jang perloe dibetoelkan, jaitoe memberi berkasik dan memperbaiki parit2nja dan membetoelkan tinggi rendahnja segala djalan2 itoe semoeanja, jang telah soedah ijalah sekadar membetoelkan lobang2 jang tinggi rendahan ditengah2 djalan dan bandarnja sadja baharoe karena maksoed kami soepaja boleh sama2 rata2 terkerdjakan dengan oeang jang sedemikian banjaknja tapi oleh karena oesaha dan jakinnja kami memakai dengan berhemat2 oeang itoe adalah djoega bertambah sedikit; djalan2 soedah terkerdjakan semoeanja.

Dan ankoe2 lebih mengetahoei djoega segala djalan2 dinegeri kita semoeanja dari tanah belaka beloem ada jang bertimboen dengan kasik, tentoelah lekas poela roesaknja; tambahan zaman sekarang banjak jang dilaloe bendi kakampoeng2 dan halaman masing2 orang jang memakainja sebab itoelah dari sekarang kami soedah memoelai meichtiarkan menggadji koeli boeat meambil kasik2 akan penimboen djalan-djalan itoe.

Lagi tiadalah salah sebagai di katakan tempo hari djika negeri kita didatangi oleh orang2 lain negeri berapakah maloe dan segannja kita, tapi sekarang soedah terhindarlah jang sedemikian itoe karena pada 11-9-20 telah datang orang2 moedik Padang kira2 80 orang banjaknja mengoendjoengi dan mendjangoe’ almarhoem ankoe Datoe’ Narajau Djaksa Priaman pensioen serta alm. ankoe Pamoentjak ajahnja dari ankoe Dt. Narajau jang sekarang dan Panghoeloe Kepala Kota Gedang nan kini dengan membawa 1 ekor djawi dengan beberapa ratoes kerambil dan beras boeat mendoa menjadai arwah baliau2 itoe.

Dan djoega sepandjang niat dan maksoed kami itoepoen tentoe ada djoega semoefakat dengan segala ninik mamak dan sanak soedara serta ankoe-ankoe ambtenaar jang memberi derma2 ini ijalah hendak meatoerkan benar segala djalan-djalan dari halaman ke halaman, seboeah2 roemah dan merambah segala rimba dan samak2 jang didekat kampoeng2 soepaja tampak kebersihannja dan sebagai meadjak indoek2 jang mendiami, membersihkan pekarangan masing2.

Lain tiada harapan kami kepada segala ankoe2 ambtenaar djoega jang akan bermoerah hati menggenapkan pembajaran derma ini masing2nja. Soepaja boleh teratoer kebersihan negeri kita ini hendaknja, insjallah tiap-tiap sesoedah dikerdjakan berapa-berapa memakai ongkos kami akan memboeat djoega keterangan oeang2 jang terpakai itoe soepaja ankoe ankoe dapat mengetahoei adanja.

Salam kami atas nama Comite

Administratie

DATOE MOEDA

Sumber: Soeara Kota Gedang Tahoen ke V/ No.12/Oktober 1920

Soerau Batoe di Hilir Kamis, Jan 15 2009 

Semendjak berdirinja soerau ini, soedah kira2 45 tahoen, entah apa2 jang mendjadikan halangannja tiadalah koendjoeng soedah2nja; sepandjang chabar boekan sedikit oeang boeat pengerdjakan soerau itoe soedah berbilang riboe roepiah; tapi pekerdjaannja tidak djoega sempornanja; boleh di kata setiap2 tahoen orang2 jang maoe bekerdja mehiraukan dan meichtiarkannja djoega, sebagai pada tahoen dahoeloe dengan ichtiar dan soesah pajah ankoe Hadji Abdul Chalik toeankoe Imam mendjalankan lijst peminta derma boeat pengganti hatap Idjoek dengan hatap zink karena soerau itoe banjak botjor dan tiris hatapnja, jang mana segala pekajoean seperti kasau, lahe, paran dan lain2 soedah lapoe’2: maka sekarang berkat oesahanja ankoe Datoe’ Bagindo Kajo pensioen, telah soeka poela memboeat soesah dan pajah pada diri baliau beichtiar mentjari akal serta memboeat banjak ketje’ [propaganda] dengan isi negeri berija2 hendak malepoh dinding soerau itoe karena beliau ada merasa maloe besar benar melihat jang sedemikian itoe sebab soedah berbilang poeloeh tahoen poela soerau itoe ta’ soedah2nja; setelah semoefakat dengan densanak2 beliau ninik mamak panghoeloe nan doea poeloeh ampat berpergianlah beliau kian kemari disekoeliling negeri dalam daerah Soematra Barat ini; itoepoen dapatlah oeang derma banjak sedikitnja boeat pengerdjakan pekerdjaan itoe, soenggoehpoen pada nan djaoeh2 jang ta’ sanggoep beliau koendjoengi sebagai katanah2 sebarang laoet adalah poela soerat beliau lajangkan akan ganti badan diri beliau moga2 tergerak poela hati segala sanak soedara jang djaoeh2 itoe mengirim oeang derma itoe, akan tetapi sampai pada dewasa ini beloemlah ada kiriman jang dari djaoeh2 perantawan itoe (jang ta’ dapat beroending dengan beliau) barangkali aga’nja segala ankoe2 itoe hendak menantikan pekerdjaan itoe dimoelai, dan djika soedah terdengar oleh beliau jang merantau itoe bahasa pekerdjaan malepoh itoe soedah dimoelai tentoelah aga’nja dengan segala soeka dan rela poela beliau2 mengirim dermanja; sekalipoen ta’ sampai soerat2 lijst itoe, kepada beliau2 karena kebanjakan djoega orang2 jang merantau aga’ djaoeh itoe berfikir hendak mendengar dan melihatkan pekerdjaan itoe telah dimoelai baroelah berkira2 hendak mengirim sedekahnja banjak sedikitnja maka berdoalah kami jang pendoedoek dikampoeng kita moedah-moedahan digerakan toehan hati segala sanak soedara dan ankoe-ankoe jang tinggal dirantau itoe soeka apalah kiranja hati ankoe-ankoe mengirimi soepaja semporna pekerdjaan soerau itoe karena soedah maloe benar rasanja kita kepada orang-orang jang berkoeliling, jang soerau itoe ta’koendjoeng soedah2nja djoega.

Maka sekarang pekerdjaan malepoh itoe soedah di lansoengkan dan hampir selasai hanjalah sedikit lagi jang bahagian disebelah loear jang beloem semporna akan tetapi oleh karena oeang derma tiada tjoekoep boeat pengganti pintoe2, djandela2 dan peloteng soerau itoe, lain tiada harapan kami menadahkan tangan arah kelangit mendoakan soepaja tergerak hati ankoe2 dan sanak soedara akan soedi memberi dermaboeat penjampaikan maksoed kami itoe seboleh2nja disegirakan poela pekerdjaan ini hendaknja karena djika dilihat dari koear djaoeh benarnja timpangnja sebab dinding soedah bersih dan netjis akan tetapi segala pintoe-pintoe dan djandela2nja soedah lapoek dari itoelah pengharapan kami pada ankoe-ankoe djoea soepaja semporna pekerdjaan orang-orang toea kita dahoeloe itoe sebagai meoelas goendjai jang orang-orang toea kita dahoeloe itoe telah rantangkan; sebab itoe berharap benarlah kami atas rahim dan pemoerahnja segala ankoe-ankoe dan segala sanak soedara memberi derma pelansoengkan pekerdjaan jang terseboet demikianlah kami poehoenkan.

Salam daripada kami

Pehoeni kampoeng

Sumber: Soeara Kota Gedang Tahoen ke VI/No.2/Januari 1921

Pendidikan Gadis & Budjang Rabu, Jan 7 2009 

Pendidikan Gadis & Budjang
(KG 50 th yg lalu)

Gadis2 sampai umur kira2 13-14 tahun, hidup bebas dan leluasa dalam segala tindakan dan perdjalananja. Tidak ada jang menghalangi buat mengikutkan ibunja pergi kepasar Bukittinggi, atau pergi ke keperalatan2 dikampung. Sesudah melewati usia itu, sampailah saatnja buat di “kurung”, bukan dengan pengertian ditahan dirumah tutup, tapi menurut adat, tidak dibiarkan lagi kian kemari, dan harus tetap dirawat dirumah sadja. Sedjak waktu itu, pakaianpun dirobah pula. Pakaian bebe’ biasa sekarang diganti dengan baju kurung, satu matjam pakaian tidak ada bangunnja, seperti karung terlepas dengan dua lengan dan berlobang diatas, tempat meloloskan kepala. Bahkan kain badju itu, sekasar2nja. Kain sarungpun dipilih pula jg kasar. Pakaian dilengkapi dengan satu selendang kasar, atau kain tudung kepala. Dilarang keras menggunakan bahan kain halus, seperti sutera, satin dll. Djuga memakai kain sarung halus batik, tidak diperbolehkan. Begitulah nasip sigadis2 itu sehari2an, terpupuk didapur, dan hampir tidak mempunjai waktu peristirahatan. Waktu jang agak tersenggang sedikit, harus digunakan buat mendjahit menjudji, menjulam, kadang2 sampai larut malam dengan penerangan lampu, jang sangat kurang. Tidak heran pulalah kita melihat, bahwa antara mereka banjak jang dihinggapi oleh penjakit mata.

Tidak boleh meninggalkan rumah, dan tak boleh pula kepasar Bukittinggi, atau mengundjungi mamak sudara diperantauan. Betul tidak ditahan dirumah tutup, tetapi keadaan banjak sekali merupakan itu. Sekali2 pergi ke rumah peralatan, tidak sebagai tamu tetapi hanja buat berkubur didapur sadja, atau bersembunji menolong disatu kamar sipangkal dengan pekerdjaan pendjahitan atau hias mehiasi dan sebagainja. Melihat pemuda2 hanja dari djarak jang djauh sekali, dan bertemu muka hanja diperbolehkan dengan pemuda serumah atau sepesukuan sadja.

Peladjaran sekolah hampir tidak ada. Satu2 jang beruntung dapat menempuh sekolah batu atau sekolah rakjat, tapi hal ini adalah sangat luar biasa sekali dan hanja diperoleh oleh anak2 jang bersama2 dalam perantauan dengan orang tuanja dikota2. Jang lainnja dapat djugalah sedikit2 beladjar dirumah bersama saudara2nja, sehingga dapat terhindar dari golongan buta huruf. Sebaliknja peladjaran agama dan mengadji disurau, hampir dilakukan oleh semua gadis2.

Hasaban keras berkurung itu jang kadang2 rupanja tidak mereka rasakan atau atjuhkan, barulah akan berachir pada waktu akan dikawinkan. Segala larangan selama waktu berkurung itu sekarang diperbolehkan melanggarnja, terutama terhadap pakaian. Keluarlah sekarang badju kurung dengan model jang lebih bagus dan terbikin dari bahan beludru, sutera dan matjam2 kain jang halus2, dan keluar pulalah kain sarung batik Pekalongan halus jang selama ini hanjalah merupakan simpanan dilemari sadja. Keluar djuga perhiasan mas, intan dan lain2 berlomba2 memperlihatkan rupanja seakan-akan melepaskan dendam dari hasaban selama berkurung dulu itu. Dalam tiap peralatan kelihatanlah mereka sekarang. Berdjalan keluar kampung dan kundjungan kepada sanak saudara diperantauan pun boleh dilakukan dengan bebas tanpa ada jang menghalangi atau mengkritik, malahan kadang2 pula mereka sendiri terpaksa merantau, mengikutkan suami ketempat kerdjanja.

Terhadap sibudjang segala rintangan itu tidak ada. Mereka dari ketjil sampai dewasa bebas dari larangan2 itu. Djuga terhadap pakaian ia lebih daripada si gadis. Larangan seperi badju kurung dan jang serupa itu sama sekali tidak ada. Sesudah menanggalkan badju monjet digantilah dengan tjelana pendek, badju tjina dan kupiah. Agak besar sedikit lagi diganti pula dengan tjelana pandjang dari bahan jang sama pula, tetapi kini diperlengkapi dengan kain sarung batik kasar. Lama kelamaan kain batik kasar itu diganti pula dengan kain pelekat jang kemudian kadang2 ditukar dengan kain bugis. Djuga tjelana kadang2 dibuat dari bahan kain batik kasar. Umumnja sepatu tidak dipakai. Hanja bagi anak sekolah batu sepatu itu diwadjibkan. Djuga dalam perhelatan dan keramaian sering pula pemuda2 kelihatan bersepatu.

Setelah kawin kelihatan pula perbedaan dari bahan pakaian, dari jang kasar mendjadi jang halus, dan kupiahpun diganti dengan destar saluk. Dengan memandang pakaian seseorang dapatlah dikirakan berapa lama ia telah kawin.

Sementara itu, si budjang dari ketjilnja disuruh masuk sekolah. Sesudah tamat dari sekolah rendah diictiarkan pula buat melandjutkan peladjaran itu disekolah jang lebih tinggi. Orang tua tidak segan pula mengirimkan anak2nja kapulau Djawa atau bila perlu kebenua lain. Karena semua peladjaran diluar kampung selalu memakan ongkos jang banjak, jang kadang2 tidak terpikul oleh orang tuanja, maka ditjarilah sekolah jang tidak berongkos terutama sekolah radja di Bukittinggi dan sekolah dokter djawa di Betawi. Kedua sekolah ini tidak sedikit djua memberatkan orang tuanja, malahan kadang kadang dikelas jang tinggi murid2 itu sudah sanggup pula memperlengkapi dirinja dengan pakaian dan wang sekolahnja sendiri dengan uang jang diberi pemerintah. Sekali2 bagi orang jang agak berada, dapatlah mereka mengirim anaknja kesekolah jang memakan ongkos banjak seperti H.B.S atau K.W.S. Untunglah sekolah2 ini hanja memakan waktu 3-5 tahun sadja dan sesudah mendapat surat idjazah dengan mudah sekarang dapat memulangkan segala ongkos2 jang dikeluarkan dulu dalam waktu jang tak terlampau lama. Buat meringankan orang tuanja, maka jang sudah bekerdja sekarang itu sanggup pula memadjukan adik2 dan kemenakannja.

Beginilah tjara jang selalu dilakukan oleh putera Kotogadang jang mengakibatkan berlipatgandanja djumlah warga negeri jang berpendidikan tinggi. Mudah2an seterusnja begitu djugalah hendaknja.

dikutip dari naskah R. M. Wazar; “Kotogadang dan Tjerita2 Pendek”

Sumber: Tjanang Tahun V/No.23/Mart-April 1968

Halaman Berikutnya »