Sedjak dari permoelaan Poeasa jang baroe laloe bolehlah dikatakan selaloe sadja panas, hanjalah jang ada memberi bekas hoedjan jang lebat sekali sadja kira2 sepakan atau 8 hari Poeasa sesoedah itoe hanjalah hoedjan2 ketjil sadja tiadalah menggadangkan ajer oleh karena itoe banjaklah rasanja roesak padi orang jang sebelah ka Koto Hilalang Pahambatan dan sebahagian poela sawah negeri kita K.G. jaitoe sawah dari Sikaboe keatas maka akan hal itoe mendoakanlah kita soepaja djanganlah berbahaja hendaknja segala padi2 itoe lain tiada tersebab dari kekoerangan ajer.
Maka akan hal ini amatlah soesah hati sekalian isi negeri karena segala petani tiada dapat toeroen kesawah sebabnja tiada berajer ditengah2 sawah itoe hanjalah kelihatan roempoen2 djerami jang kering sadja, sedangkan roempoet-roempoetan tiadalah jang toemboeh melainkan sebagai ditengah djalan raja sadja dan djika kita mealih pemandangan arah ka Boekit kepanasan tiadalah oebahnja sebagai kita melihat kegoenoeng2 atau rimba2 jang soedah di bakar (di paroen) karena segala roempoet-roempoetan jang ketjil2 itoe soedah mendjadi sirah sebab tiada didatangi hoedjan, apalagi melihat Bandar ajer Katjik ta’ oebahnja sebagai melihat djalan gedang jang baroe ditaboeri pasir atau kerekel, didalam hal ini tentoe ankoe2 jang merantau soedah meingat dan mendatangkan pertanjaan didalam hati bagaimanakah perasajan indoek2 sanak soedara dan anak kemanakannja laki2 perampoean pendoedoek K.G. akan meambil ajer minoem, boeat mandi dan boeat mentjoetji, maka akan hal ini ta’dapatlah kami enerangkan segala hal bermasing2 itoe, melainkan toehan Allah Soebhanawata’ala sadja jang mengatahoeinja, ta’ goenalah ditjeritakan djoega disini; hanjalah dengan sedapat2 akan pergi mendjapoet ajer jang bekal diminoem ka moenggoe kabatang ajer djalan ka tempat dan kebatang ajer di Ngarai dan demikian djoega boeat mandi dan menjasah, melihat segala indoek-indoek pergi mendjapoet ajer itoe berbondong2 memikoel parian mendjendjeng ember dan tjerek, ta’ berhinggakan siang malam tidak soeninja, sebagai orang pergi ka pakan.
Maka akan hal ini sangatlah menaroeh takoet dan ngeri sekaliannja, meingat kalau2 ada nan chilaf dari pada bahaja api; maka ingatan ini mendjadikan soesah hingga setiap-tiap malam tiadalah soeni dari pada roenda boeat mendjagai segala hal itoe serta bermoehoen kepada toehan soepaja terdjaoehlah hendaknja dari pada jang mengerikan itoe.
Maka didalam bersoesah fikiran ini terdengarlah chabar berita jang bahsa pada awal tahoen 1923 pekerdjaan mengerdjakan melaloekan ajer dari lereng Goenoeng Singgalang dekat negeri Koto Toeo telah akan dilansoengkan oleh Gouvernement jaitoe ajer itoe akan dibawa penambah ajer di Kota Boekit Tinggi; melaoei negeri Koto Toeo, Kota Gedang teroes ke Ngarai; chabarnja ajer ini boleh diambil oleh kedoea boeah negeri jang terseboet dengan bajaran jang enteng kepada Gouvernement; segala hal ajer itoe (waterleiding) soedah djoega di perkatakan katika rapat Studiefonds Kota Gedang di boelan hari raja jang baroe laloe dengan pedoeka toean Asisstent Resident Loeak Agam, beliau ada menerangkan dimoeka kerapatan bahasa pekerdjaan itoe maoe di segerakan dan di kerdjakan oleh Gemeente Boekit Tinggi, tentoelah anak negeri di sini boleh meambil ajer itoe dengan bajaran jang seentengnja kira2 7 cent didalam 1 M3.
Maka mendengar jang pekerdjaan itoe telah akan disegerakan itoe, sekalian isi negeri mendengar dengan berhati girang, oentoeng2 tjepat selesainja pekerdjaan itoe karena ta’ tertanggoeng soesahnja mentjari dan mendjepoet ajer itoe.
Dan lagi karena waktoe sekarang didalam moesim panas teringat oleh pemerintah dan panghoeloe2 isi negeri serta panghoeloe kepala akan membersihkan atau membetoelkan bandar2 sawah sebab biasa djoega selama panas akan hoedjan poela; maka bermoefakatlah ninik mamak panghoeloe-panghoeloe akan mengerdjakan bandar-bandar itoe 2-3 kali didalam sepakan akan dikerdjakan oleh seisi negeri pendoedoek kampoeng serta di atoerkan bekerdjanja dengan dibahagi2 didalam satoe2 loeroesan bandar2 itoe sekira2 10-15 elo seseorang, itoepoen segala pendoedoek kampoeng adalah menerima bahagian itoe dengan segala senang hati sadja tiadalah jang mengatakan keberatan; karena segala marikaitoe mengatahoei dan mengerti benar, sebab di lihat dengan mata kepalanja sendiri jang kesoesahan mendapat ajer djika toeroen kasawah kaloe2 bandar2 tiada dibetoelkan lebih dahoeloe, dari itoelah segala marikaitoe bekerdja atau meambil bahagianja bermasing2; dan djoega ankoe2 pembatja tentoe mengatahaoei jang anak negeri kita kebanjakan tiada pandai beerdja tanah dan ada jang memikirkan dari pada bekerdja mehabiskan tempo separo atau satoe hari didalam bahagian itoe, maka segala toekang amas jang sedang didalam pekerdjaan, dengan seala soeka dan rela meoepahkan jang bahagiannja kepada kawan2nja atau kepada siapa jang soeka mengerdjakan.
Sumber: Soeara Kota Gedang Tahoen VII/No.8/Augustus 1922
(1 Agustus 1874 – 9 November 1942)