Salinan soerat kiriman Soetan Marah Alam Kamis, Jun 4 2009 

(Dipetik oentoek Sr.K.G. goena tjermin perbandingan)

Samboengan Sr.K.G. no. 15

Hal itoe insja’allah hendak ajahanda hoeboeng dan tjeriterakan lebih pandjang. Sekarang hanjalah ajahanda hendak terangkan pada anak’nda jaitoe sebab2 jang boleh anak’nda ketahoei sadja; tetapi soenggoehpoen begitoe kalau perloe akan ajahanda kabarkan djoega betapa haloean pemerintah tentangan pengadjaran jang terdahap bagi ra’jat boemi poetera, bagi bangsa Belanda peranakan, dan bagi Belanda totok di Hindia ini. Asal anak’nda dapat menjimpan betoel-betoel dalam hati anak’nda, dan kemoedian kalau anak’nda soedah besar nanti bolehlah anak’nda pergoenakan djadi pedoman jang akan dipakai dipadang politiek, hingga moedah sadjalah bagi anak’nda akan meoelas goendjai jang terentang itoe.

Sesoedah dipadoe moefakat dan dikoempoelkan oeang riboe dan ratoes oleh ninik mamak kita itoe, laloe dikirimlah doea orang anak moeda kenegeri Belanda akan beladjar oentoek mengadjar basa Belanda disekolah S.K.G. jang terseboet. Dengan pertolongan Allah tamatlah pengadjaran jang seorang dengan beroleh soerat idjazah (diploma) jaitoe Kahar Masjhoer, tetapi jang seorang lagi mendapat sakit, dan meninggalkan doenia di Kota Gedang (Roestam).

Ketika Kahar Masjhoer sampai di Kota Gedang ia ada meminta pada pengetoeha Studiefonds soepaja ia djangan mengadjar disekolah Studiefonds karena ia akan djadi goeroe di sekolah Goebernemen di Solok; tetapi hal itoe tidak di izinkan oleh pengetoeha S.K.G. dalam pada itoe ia terpaksa meneroeskan mengadjar di sekolah S.K.G.

Tetapi meskipoen demikian Kahar Masjhoer tadi dari boelan keboelan dan dari tahoen kelain tahoen selaloe memindahkan moerid2 sekolah S.K.G. ke sekolah Goebernemen Boekit Tinggi, Pajakoemboeh, Solok, Padang, hingga moerid2 jang bermoela waktoe memboeka sekolah kira2 200 orang banjaknja, maka dalam tahoen ‘15 moerid tadi tinggal 50 orang lagi. Oleh sebab itoe diangkatlah toean G. de Waal van Ancheveen mendjadi goeroe kepala di sekolah Studiefonds, dan goeroe2 dilarang memindahkan moerid sekolah S.K.G. ke sekolah Goebernemen; soedah itoe baroe moelai koerang moerid2 jang pindah, tetapi masih ada djoega seorang seorang sampai pada tahoen ‘17; kemoedian Kahar Masjhoer poen laloe meminta berhentilah.

Oleh karena dari tahoen kelain tahoen banjak kanak kanak jang pindah begitoe maka moerid jang tinggal dikelas tinggi tidak berapa orang lagi dan jang tinggal poen koerang tjakap poela sebab jang mendadi seri (pati) di kelas itoe soedah mendjadi moerid di sekolah H.I.S. Goebernemen sampai ia diambil oleh Goebernemen mendjadi pegawai negeri karena mereka kelihatan pandai dan tjakap dalam sekolah; hingga karena itoelah sadja agaknja anak’nda hendak berniat hendak pindah kesekolah Goebernemen sebab kanak-kanak (moerid sekolah S.K.G.) jang melaloei H.I.S. Goebernemen banjak lebih pandai dari moerid S.K.G.; hingga anak’nda soedah mendjadi beringin poela hendak meninggalkan sekolah S.K.G. masoek sekolah Goebernemen dengan pengharapan soepaja djadi pandai poela seperti moerid S.K.G. jang telah terdahoeloe itoe.

Oleh karena itoelah sadja agaknja anak’nda djadi tergila-gila hendak pindah kesekolah Goebernemen, djadi pekerdjaan itoe tjoema meniroe-niroe pekerdjaan orang jang terdahoeloe, atau soedah mendjadi “biasa” sadja alias hoeroe-hoeroe. Apa perloenja anak’nda hendak pindah kesekolah Goebernemen? apakah matjam dan boekoe peladjaran jang dipakai disekolah S.K.G. itoe tidak sama?

Ataukah moeird-moerid disekolah Studiefonds itoe tidak boleh mentjapai kepandaian jang lebih landjoet? atau bagaimana? ataukah disekolah Goebernemen sadja orang boleh djadi pandai? Heranlah ajahanda memikirkan hal itoe, karena kemaoean anak’nda itoe tjoema karena meniroe-niroe sadja, alias tidak dipikirkan melarat dan moefa’atnja lebih dahoeloe, sebagai pantoen orang:

Kambing bakala djawi tidak
batjamat laloe kemalako
awal dikenal achir tidak
alamat badan binaso

Lain perkara kalau pindah ke sekolah jang lebih tinggi seperti Kweekschool, Cultuur dan landbouwschool dll.

Pada pikiran ajahanda ada hendak menoelis jang lebih pandjang; tetapi oleh karena Post akan ditoetoep terpaksalah ajahanda memendekkan; insjallah lain hari ajahanda hendak menerangkan tentang baiknja bersekolah di S.K.G., sekarang tidak ada waktoe lagi sebab katerangan itoe haroes memakai dalil jang pandjang soepaja anak’nda boleh dapat memahamkan.

Lain chabar baik sadja.

dari ajahanda

(W.G.) A.L.S. Marah Alam

Sumber: Soeara Kota-Gedang Tahoen ke V/November 1920/No.16

Salinan soerat kiriman Soetan Marah Alam Selasa, Mei 19 2009 

Salinan soerat kiriman Soetan Marah Alam No. 1

(Dipetik oentoek Sr.K.G. goena tjermin perbandingan)

Weltevreden 1 Januari 1920

Anak’nda Latifah!

Dengan soerat jang setjarik ketjil ini ajahanda mengabarkan pada anak’nda, bahwa soerat2 anak’nda semoeanja tidak ada jang tidak sampai ke tangan ajahanda, begitoepoen jang terkirim baroe2 ini, segala isinja ajahanda soedah ma’loem belaka.

Membatja soerat anak’nda jang paling achir ini, ajahanda makin djadi terperandjat karena anak’nda mengatakan besar pengharapan akan dapat pindah dari sekolah Studiefonds ke sekolah Goebernemen, karena itoe ajahanda hendak menoelis soerat ini dengan lebih pandjang.

Anak’nda, mendengarkan anak’nda tidak dapat pindah ke sekolah Goebernemen itoe,ajahanda amat besar hati ; kebesaran hati ajahanda itoe boekan sebagai doea bagai, karena kaboellah segala tjita-tjita ajahanda serta segala pemoeka bangsa kita.

“Apakah tjita-tjita itoe?” Tanya anak’nda agaknja. Anak’nda dengarlah baik-baik!

Adapoen sekolah Studiefonds jang ada di Balai Tjoemano itoe didirikan dengan Oesaha dan Kapitaal ninik mamak kita, artinja dengan pendapatan jang terbit dari pikiran ninik mamak kita ; pendeknja titik keringat ninik mamak kitalah jang pendirikan sekolah dan perkoempoelan S.K.G

Anak’nda tentoe soedah ma’loem apa goenanja, sekolah S.K.G didirikan, ja’ni tempat menoentoet berbagai2 kepandaian boekan.

Tjoema jang beloem anak’nda ketahoei ja’ni dimana dan apa perloenja orang pandai.

Karena anak’nda soedah ketahoei, tentoelah anak’nda ta’kan bergiat hendak pindah ke sekolah H.I. S. Goebernemen. Dan tiadalah akan ter tjoepoer dari moeloet anak’nda mengatakan: ” Masih besar pengharapan hendak pindah dari sekolah Studiefonds itoe, karena pikiran anak’nda bahwa kepandaian itoe tjoema boleh didapat di dalam sekolah Goebernemen sadja, sedang di sekolah H.I.S kepoenjaan Studiefonds tidak akan dapat.

Sekarang ajahanda hendak mengabarkan pada anak’nda tjoema hal jang penting lebih dahoeloe akan djadi permoelaan kata.

Dahoeloe tatkala orang Belanda baharoe datang di Sumatra Barat, maka orang kitalah jang lebih dahoeloe berdjinak-djinakan dengan dia; djadi orang kitalah jang terboeka mata lebih dahoeloe dari orang lain, karena itoe poelalah orang kita jang diadjar oleh orang Belanda menoelis membatja, sebab itoelah orang kita jang banjak diambil akan mendjalankan kemaoean kompeni dan Goebernemen seperti; djadi goeroe, djadi djoeroetoelis, djaksa, manteri dll, diantaranja ada jang djadi goeroe di Normaal School Boekit Tinggi dan Dokter Djawa.
Setelah Goebernemen memboeka sekolah Belanda, maka banjaklah kanak2 orang kita jang diambil djadi moerid sekolah itoe ja’ni akan diteroeskan masoek sekolah Docter di Betawi; diantaranja banjak jang sampai mendjadi. Kemoedian setelah beberapa lamanja poela, ja’ni sesoedah orang lain menjoekai poela, maka tempat jang terloeang tadi moesti dibagi rata-rata dengan orang2 lain negeri karena orang itoe anak ra’jat Goebernemen djoega akan diadjar seperti orang kita djoega.

Hingga karena itoelah boeat memasoeki sekolah Belanda pada beberapa tahoen jang telah laloe bertambah lama bertambah soekar, apalagi tempat jang terloeang itoe tidak dilebarkan dari biasanja.

Itoelah pangkal jang pertama sekali makanja ninik mamak kita mendirikan Kinder Vereeniging Julius ja’ni akan pendidik kanak2 jang disediakan oentoek mendjadi moerid disekolah Belanda.

Oleh karena segala kanak2 orang kita amat menjoekai, maka madjoelah perkoempoelan itoe hingga dapat sokongan dari mana2. Lama kelamaan laloe didirikanlah jang lebih besar ja’ni Studiefonds ini jang memakai kapitaal besar.

Kalau anak’nda ada melihat dan memperhatikan ratap tangis seorang iboe ketika anaknja ta’ diterima disekolah Belanda waktoe kira-kira 15 tahoen jang telah laloe, apalagi ketika beberapa moerid sekolah Belanda Boekit Tinggi jang bangsa Melajoe dikeloearkan oleh goeroe sekolah dengan mengatakan bahwa moerid bangsa Melajoe soedah lebih banjak bilangannja dari bangsa Belanda, maka ta’ dapat tiada anak’nda akan menaroeh dendam dalam hati seraja berniat kalau anak’nda soedah djadi besar nanti hendak mendjadi seorang pemoeka ra’jat sebagai toean-toean Hadji Agoes Salim, Tjokroaminoto, Abdul Moeis, Tjipto Mangoen Koesoemo, Soeardi Soerjaningrat dll. Ja’ni akan bekerdja memboekakan pintoe dan djalan jang akan ditempoeh oleh anak kemanakan dan bangsa anak’nda karena anak-anak bangsa kita amat sedikit diberi tempat oentoek meningkat pengetahoean jang lebih landjoet.

Samboengan akan datang

(W.G.) A.L.S. Marah Alam

Sumber: Soeara Kota-Gedang Tahoen ke V/No.15/November 1920

Een Groote Ramp op Kota Gedang Senin, Apr 27 2009 

Bahaja kebakaran jang hebat dinegeri kita.

Tiga roemah besar dan rangkiang jang penoeh berisi padi mendjadi aboe. Enam djiwa mendjadi korbannja dan seorang loeka parah.

Sedjak bermoela poeasa di Boekit Tinggi oedara kering, sang matahari memantjarkan sinarnja dengan tidak terhingga. Sampai 8 hari poeasa demikian halnja, ketika akan masoek kesembilan hari poeasa, maka moelailah toeroen hoedjan. Itoepoen tiada berapa lebat poela. Selama panas hati anak negeri selaloe berdebar-debar, berdebar karena takoet akan bahaja api.

Bagaimana djoega orang kampoeng berhati hati dengan api, roepanja beloem tjoekoep lagi, karena selama poeasa dibahagian Agam ta’ koerang dari 3 bahaja kebakaran, seperti di Tarok, di Garegeh dan jang ketiga atau jang maha besar dan maha hebat sekali soedah terdjadi di kampoeng Kota Gedang dinegeri kita.

Bagaimana tjeritanja, adalah sebagai dibawah ini:

Pada petang Arbaa malam chamis atau tanggal 20 masoek 21 Januari 32, telah terdjadi bahaja api di Kota Gedang pada kira kira djam 12.

Pada ketika itoe Boekit Tinggi, karena hari dalam poeasa malamnja soenji sadja, sebab orang soedah berboeka, barang tentoe masih tinggal lagi diroemahnja akan melepaskan lelahnja, sebab soedah kekenjangan; tambahan lagi sedjak soedah berboeka hoedjan toeroen sebentar sebentar membasahi boemi menambah malasnja hati hamba Allah akan meninggalkan roemahnja. Tetapi ketika poekoel 12 sedang orang akan masoek tidoer setengahnja sedang njenjak tidoer, tiba tiba terdengar boenji lontjeng berbalas balasan.

Orang berhamboeran menoedjoe djalan besar, serta bertanjaan kepada orang nan laloe dimana gerangan bahaja itoe? Sekalian melihat arah kesebelah barat dan tampaklah langit, walaupoen dilipoeti awan dan kaboet jang tebal, asap naik ke oedara dan langit merah, dan boenga api beterbangan. Melihat hal ini njatalah kebakaran itoe tak djaoeh dari Boekit Tinggi dan sebentar lagi berlarianlah orang mengeloearkan pompa. Pompa mesin gemeente keloearlah serta dilarikan oleh auto menoedjoe ketempat perhentian auto, dekat djam gedang, disana dapatlah keterangan, bahasa api itoe di Koto Gedang, hari pk 12.15.

Anak pompa, serta politie semoeanja menoedjoe Kota Gedang. Sampai disana njatalah, bahwa anak negeri telah berkeroemoen pada tempat jang berbahaja itoe. Kampoeng jang selama ini kelam sadja, sebab kebesaran api telah terang tjoetja, seperti disinari lampoe zoeklicht jang besar.

Anak negeri jang tiada berapa bilangannja itoe telah bekerdja mati matian menolong menolak bahaja jang besar itoe. Tetapi bagaimana djoega mereka itoe bekerdja, bahaja jang besar itoe ta’lah moedah disingkirkannja. Api itoe makin bersimaharadjalela djoea. Sehingga dalam sedikit tempoh sadja, tempat itoe soedah mendjadi laoetan api.

Dimana benar gerangan api memakan?

Ja, soepaja pembatja djangan lama betoel mentjahari dan menerka, marilah pen. bawa pembatja sekalian ketempat jang berbahaja itoe. Pitjing dan pedjamkanlah mata e.e. sebentar, dan kita berdjalan dengan pikiran kita arah ke Hilir. kalau kita dari Tapi berdjalan, sampai disoerau Hilir, masoek kita kedalam, dan tiba kita disimpang tiga. Sesimpang ke parak tinggal dan sesimpang lagi ke Laboeh Gadang dan kita toeroetkan djalan ini, kita mengelok dekat laboeh itoe dan teroes kita berdjalan menoedjoe djalan ke Tjatjang. Sampai disini ta’ oesah kita berdjalan lagi karena perdjalanan kita telah sampai kepada tempat bala itoe. Dekat roemah perempoean si Rohana, sebelah kirinja berdirilah seboeah roemah pandjang jang tak koerang dari 9 roeang pandjangnja. Inilah roemah dari perempoean Raha isteri dari Dt. Maharadjo atau roemah perempoean Lilah perempoean St. Malenggang atau roemah orang toea dari engkoe Palin Soetan Alamsjah, Assistent Wedana Pajakoemboeh. Disinilah api itoe bermoela, jang meniwaskan 6 djiwa manoesia dan seorang loeka parah dan 3 roemah serta seboeah rangkiang mendjadi aboe, mendjadi oempan api.

Jang tinggal didalam roemah ketika bahaja itoe terdjadi, adalah terdiri dari perempoean Lilah serta soeaminja, dan perempoean Raha, serta anaknja Fatimah dengan soeaminja Sahar, serta empat orang anaknja jang masih ketjil ketjil seperti Hanifah, Junidar, Sjahriza dan Ishak.

Chabarnja konon pada djam setengah doea belas engkoe Sahar soeami dari Fatimah baroe sadja kembali dari soerau, tetapi tiada berapa lama antaranja, maka memekiklah orang dari dalam roemah itoe meminta tolong serta meneriakkan…,api !!..api !!

Pekik ini roepanja kedengaranlah oleh orang jang berdjaoehan, sehingga dengan sekedjap sadja berhamboeranlah orang keloear roemahnja dan dilihat langit telah merah. Semoeanja berlarian menoedjoe tempat itoe. Dan ketika orang sampai keroemah terseboet, roemah itoe soedah merah oleh tjahaja api. Api boekan main besarnja, sehingga oentoek menolong roemah itoe ta’ dapat lagi dipikirkan. Kata si penglihat api moela moela memakan loteng roemah itoe. Boleh dikatakan sepandjang boeboengan atap itoe telah dihinggapi api. Dan dari atas api itoe toeroen kebawah. Orang jang poenja roepanja ta’ dapat lagi berkemas karena dalam sekedjap sadja api itoe telah mendjadi besar dengan boekan boeatannja. Sehingga keloear sadja soesahlah bagi jang empoenja. Kata orang engkoe Soetan Malenggang dapat djoega keloear dari djendela dengan djalan melontjat, dan isterinja Lilah sampai kepintoe djendjang, tetapi badannja telah ditoeroeti oleh api, dan pakaian jang lekat dibadannja telah menjala,  sehingga dengan pertolongan menantoenja Sahar jang telah lebih dahoeloe keloear dari djendela biliknja, didoekoengnjalah mertoeanja keloear djendjang karena api jang dibadannja amat panas, terpaksa poela ia melepaskan kembali. Kemoedian datanglah orang banjak, dengan bersama sama ditolonglah biai Lilah tahadi. Api dibadannja telah memakan segala kain jang lekat padanja. Orang membawanjalah ketempat jang sedjoek dan dingin, serta diselimoeti dengan kain saroeng.

Soeaminja jang melompat dari djendela itoe ta’ koerang poela dapat serangan dari api itoe, tangan dan kakinja habis terbakar, serta moekanja merah, sebab kena singa api. Setiba dibawah ta’ dapat ia bergerak lagi.

Sehingga dengan pertolongan orang datang dibawa oranglah dia ketempat jang dingin. Kemoedian ia dibawa keroemah saudaranja di Pisang, disana di baroet oranglah ia dengan minjak.

Engkoe Sahar jang melontjat dari djendela oentoenglah tiada apa-apa sesampai ia dibawah dapat djoega ia menjamboet anaknja jang laki-laki nama Ishak dan dibawanja ketempat jang aman.

Ketika ia hendak naik kembali, bertemoelah ia dengan biai Lilah, dan ditolongnja poelalah. Tetapi akan masoek sekali lagi ta’ dapat ia lagi, karena api telah memakan lantai serta dinding roemah.

Orang bertambah ramailah ditempat itoe, semoeanja orang kita belaka baroe serta 3 orang veldpolitie jang baroe kembali ronda dari Sianok. Karena roemah itoe ta’ moengkin ditolong lagi, hanja roemah jang sebelah lagi jang akan didjaga, maka semoeanja bekerdjalah menebang batang pisang serta mempersandar2kannja pada roemah sebelah menjebelah. Seperti sebelah ke Tjatjang jaitoe berdiri roemah biai Dingin dan dimoekanja roemah perempoean Rohana.

Sebagaimana dapat ditolonglah menjiramnja dengan air diember.

Api semangkin besar djoea sehingga meroeak keroemah jang sebelah bawah jaitoe roemah perempoean Tinoen, saudara dari goeroe Jasin di Simpang Tonang. Roemah mana masih baroe lagi, dan beloem soedah benar, toekangnja masih boleh bekerdja djoega lagi, dapat poela disambar api.

Orang jang beroemah pada keliling tempat itoe berkemaslah, serta membawa hartanja, mana jang dapat didjindjing  dan mana jang dapat dikepit dikepit, keloear roemah. Sebab takoet, kalu kalau api meroesak kekiri atau kekanan poela.

Dalam pada itoe jang berwadjib soedah habis datang seperti toean Controleur, san beberapa toean Commissaris lengkap dengan politieopziener dan veldpolitie. Begitoe djoega dari pihak Inl. Ambtenaar, seperti engkoe Onderdistrictshoofd telah lebih dahoeloe berada ditempat kebakaran itoe serta beberapa engkoe engkoe lain jang mengoeroes pompa poen telah ada.

Tetapi karena api maha besar dan hebat meroeak kesebelah kiri keroemah perempoean Bainsjah. Dan dalam beberapa minit sadja roemah itoe soedah sama datar dengan tanah.

Ketika api memakan roemah jang pertama dapat poela ia mendjilat loemboeng padi besar, kepoenjaan biai Raha dan Lilah, jang berdiri dimoeka roemahnja dan seleret dengan roemah Rohana.

Orang kita melihat hal keadaan itoe bersama2lah mendjoekangkan loemboeng terseboet kearah roemah jang hangoes dengan djalan demikian terhindarlah api keroemah perempoean Rohana.

Dalam tempoh koerang lebih 15 menit 3 roemah dan satoe loemboeng telah sama datar dengan tanah. Pompa hanja mendapati api telah memakan dibawah sadja lagi. Roemah jang berdekatan, seperti disebelah atas roemah biai Dingin adalah ta’ sebagai djoea. Dimoekanja roemah per. Rohana demikian djoega. Roemah Rapiah dimoeka roemah si Tinoen djoega ta’ disentoeh api, begitoe poela dengan roemah si Sitti jang berdiri dimoeka roemah si Bainsjah, sjoekoerlah semoeanja terhindar dari malapetaka itoe.

Itoe semoeanja atas pertolongan Illahi djoea dan atas oesaha orang2 jang menolong, sebab dengan tidak bertoelang lemah telah sama2 beroesaha menghindarkan bahaja itoe.

Engkoe Sahar hilir moedik berdjalan mentjahari anaknja jang bertiga dan isterinja dan mertoeanja karena kelima orang ini beloem nampak2nja olehnja lagi sedjak ia toeroen dari roemah. Orang banjak toeroet poelalah mentjahari keroesoek kebelakang roemah terseboet, kalu2 merekaitoe lari karena ketakoetan, ta’ keroean lagi jang ditoedjoenja. Keroemah kaoem kerabatnja jang berdjaoehan dan berdekatan ditanjakan dan disiasat kalau2 kelima orang itoe ada datang keroemahnja melarikan diri. tetapi segala2nja itoe sia2 belaka.

Mendengar sekian orang ta’ bertemoe maka jang berwadjib memerintahkan akan memoedoeri api pada tempat ketjilakaan itoe semati-matinja benar, akan melihat benarkah orang itoe hilang atau terbakar.

Pada djam setengah doea kedoea orang jang loeka2 karena terbakar itoe dikirimlah oleh jang berwadjib keroemah sakit Militair Boekittinggi dengan diantar kaoemnja berangkatlah kedoeanja dengan vracht-auto.

Dalam pada itoe diketoeklah telefoon ke Pajakoemboeh manjoeroeh engkoe Palin poelang.

Tempat ketjelakaan itoe penoehlah dengan orang. Banjak orang datang menolong, dan tentoe ta’ koerang poela jang datang dengan niatan jang boeroek, tetapi pendjagaan politie amat rapi, sehingga ta’ mengchoeatirkan lagi.

Djoega dari tempat bahaja itoe, disini sana beronggok2lah barang2 jang dapat dilarikan dari roemah jang berdekatan serta dikelilingi jang empoenja, dan ditemani oleh karib baid jang datang melihat. Semoeanja menangis mengoengoe2, karena takoet akan bahaja, takoet akan keroegian.

Pada roemah pertama atau roemahnja biai Raha dan Lilah, tidaklah sebagai djoega jang dapat tertolong semoeanja hangoes mendjadi bara. Pada roemah jang kedoea atau roemah si Tinoen, hanja jang keloear kain dibadan sadja, demikian benarlah tjepatnja api berpindah, pada roemah jang ketiga atau roemah si Bainsjah adalah djoega sedikit keloear barang tentoe jang dapat dibawa lari dan diangkat, jang berat soedah tentoe soedah mendjadi oempamanja api.

Kedoea perindoean jang kemoedian ini menangislah tersedoe2, melihat roemah tangganja, harta bendanja jang dikoempoelkannja selama ini dari sedikit kesedikit dengan sesoesah pajahnja poela, dilihatnja dengan sekedjab, mata menghilang dari padanja, hilang mendjadi bara. Bagaimana sedihnja barang dapatlah e.e. menerka. Kedoea familie itoe kehilangan tempat diam, betoel ada familinja, tempat menompang, barang tentoe kedoeanja akan berniat hendak hidoep diroemahnja sendiri poela kelak.

Sedjak semoela api makan, hari oentoenglah tiada berangin, karena kalau berangin poela tak tentoelah berapa besarnja bahaja jang akan menimpa Kota Gedang. Dan sebentar2 toeroenlah hoedjan. Pada djam 2 moelailah hoedjan itoe lebat sedikit, kemoedian tedoeh poela kembali.

Pompa jang menolong doea boeah, jang pertama dibawa oleh pandoe2 H.W dan El Hilal, dan kemoedian oleh anak pompa sendiri. Sejak setengah doea dimoelai menjiram tempat itoe. Air bergoena bagi pompa itoe moela2 diambil dari loeboek kemoedian dari air katjik. Setengah empat selesailah pekerdjaan itoe. Dan orang banjak moelailah oesai, karena bahaja tidak begitoe mentjemaskan lagi. Tambahan lagi waktoe oentoek makan poeasa soedah tiba poela.

Pompa jang seboeah baliklah ke Boekittinggi. Dan pada siang harinja njatalah bahasa orang jang tiada bertemoe itoe telah terbakar hidoep-hidoep. Didalam api didapatnja kematiannja. Chabarnja kelima lima majat itoe mati berdakatan didalam bilik, dibawah tempat tidoer. Majat ta’ dapat kita katakan lagi, karena jang tinggal ialah toelang2 kerangkanja lagi. Tetapi semoeanja itoe masih dapat dikenal lagi pada barang emas jang didapat pada majat itoe seperti gelang, rantai leher, soebang2 mas serta peniti jang didapat disana. Setengahnja soedah hantjoer setengahnja masih baik lagi.

Dihadapan jang berwadjib setelah majat itoe dikenal semoeanja, maka disoesoenlah didjadikan doea oesoengan serta dikapani sekali, dan dibawa kesoerau hilir.

Orang meneroeskan mentjari barang jang ta’ dapat dikeloearkan, karena banjak barangnja jang berharga jang mendjadi aboe. Segala jang moedah dimakan api tentoe aboenjalah jang akan tinggal. Dan barang mas dan perak tentoe akan tinggal djoega. Sebab itoe hanja orang berkepentingan sadjalah jang diizinkan menempoeh dan mentjahari barang terseboet pada peroemahan tadi. Kerdja ini diteroeskan sampai tengah hari.

Engkoe Palin pada djam 4 sampailah di Kota Gedang, bagaimana perasaan hatinja ketika ia melihat roemahnja dan kaoemnja tiada berdjiwa lagi, barang tentoe akan dapat engkoe2 rasakan.

Pada djam 6 dapatlah chabar dari roemah sakit bahasa biai Lilah telah meninggal lagi pada djam 5 pagi disana karena loeka2nja sebab terpanggang itoe. Keloearganja jang perempoean berlarian poelalah keroemah sakit, dengan maksoed akan membawa poelang.

Orang2 kita jang berada di Boekittinggi baik laki2 dan perempoean datanglah melihat keroemah sakit. Kemoedian atas sepakatnja kaoem familienja, diselesaikanlah biai Lilah di Boekittinggi. Djadi dimandikan dikapani dan disembahjangkanlah sekali, kemoedian poekoel setengah sebelas dibawaklah dengan auto poelang, serta diboedjoerlah disoerau hilir bersama2 dengan jang meninggal diroemah.

Pada malam itoe dan paginja hari chamis petjahlah chabar dan berita bahaja dan bentjana apalah jang telah terdjadi di Kota Gedang. Semoeanja datang ke Kota Gedang akan melihat akan menentoei, bagaimana besarnja bahaja itoe. Setengahnja datang mendjangoek, setengahnja datang menoendjoekkan doekatjitanja kepada familie jang telah ditimpa kemalangan itoe.

Orang kita jang berhampiran seperti Pajakoemboeh, Padangpandjang, Batoesangkar dll, poelang belaka.

Hari itoe dan besoknja berbojong2 dan berdoejoen2 orang datang kenegeri kita ta’ oebahnja dengan orang pergi kepekan satoe roepanja.

Engkoe2 ambtenaar ta’ koerang poela jang datang mendjangoek engkoe Palin seperti toeankoe Demang, Onderdistricthoofd, Djaksa dll dari Boekittinggi, dan dari loear, semoenja menoendjoekan kesedihannja akan orang jang ditimpa mara bahaja itoe.

Pada djam setengah doea atas 3 oesoengan dikoeboerkanlah djenazah itoe kepandam pekoeboerannja dibalik kota serta diiringkan oleh beratoes2 handai tolan dan sahabat kaoem nan meninggal.

Pada malam kebakaran itoe terdjadi segala orang kita nan dikota Boekittinggi habis poelang mengedjari negeri dan kampoeng kita, ada jang berauto dan ada poela jan berdjalan, sebabnja semoeanja menaroeh tjemas belaka, karena roemah dinegeri kita kebanjakan ta’ beroeni djadi kalau kita ta’ sama2 poelang barang tentoe akan besar poela bahaja nan akan terdjadi, sebab laki2 kita nan dikampoeng kebanjakan soedah oezoer, ta’ koeat lagi berdjalan malam.

Melihat bahaja nan diatas itoe kalau kita taksir kasar sadja harga roemah serta perkakas jang ta’ ketolongan tak koerang 20,000. Bilangan itoe kalau diselidiki benar, akan lebih dari itoe, sebab berapa barang nan hangoes sadja. Berapa koffer dan peti kain nan mahal2 dan haloes nan mendjadi aboe, berapa banjaknja nan mendjadi handtjoer seperti tjawan pinggan koersi medja, almari dengan isinja jang mahal2. Seloemboeng besar padi dan beras. Pendeknja kalau diseboet akan pandjang djadi kita taksirlah sendiri2. kekajaan jang sekian banjak ta’ lah pekerdjaan sehari atau doea ta’ dapat dikoempoelkan dalam seboelan atau doea melainkan bertahoen dan bermasa lamanja maka djadi. Sekarang dengan sekedjap sadja hilang, kalau orang2 itoe koerang iman barang tentoe akan hilang ‘akalnja, sesat ingatannja. Tetapi marilah kita sama do’akan moedah2an dalam pertjobaan jang besar ini akan tegoeh dan tebal imannja. dan akan djadi batoe oedjian djoealah baginja bahaja ini sehingga menetapkan kepertjajaan dan kejakinannja kepada Allah.

Bahwa didoenia ini tiada jang tetap dan kekal, semoeanja kepoenjaanNja, dan pada ketika Ia hendak mengambil diambilnja demikianlah, pada kita tinggal oesaha dan ichtiar djoea.

Karena anak negeri kita ini serasa dan sesakit, sakit dan keloeh jang satoe ta’ hendak dilihatkannja sadja. Sebab diantara jang kebakaran itoe ada jang berada dan ada poela dengan kebakaran itoe segala jang dipoenjainja habis belaka. Dengan roemah itoe hangoes poelalah kekajaannja jang sedikit itoe.

Orang kita jang boediman dan dermawan telah meadakan Comite Penolong kebakaran Laboeh Gedang ini. Comite terseboet akan beroesaha bekerdja dengan djalan jang halal akan mengoempoelkan wang bagi kaoem jang kebakaran itoe, sehingga mereka itoe akan dapat memboeat pondok atau dangau tempat mereka itoe akan berlindoeng ketika panas dan bertedoeh ketika hoedjan.

Voorwaarts dat is een goede daatd! Sekarang terserah lagi kepada pembatja jang boediman lebih-lebih kepada orang Kota Gedang jang dermawan, djika lijst derma itoe datang boekakanlah banjak-banjak, soepaja kesoekaran jang diderita kaoem terseboet akan berobat hendaknja.

Sebab kalau tidak kita jang menbantoenja, kepada siapa lagi mereka itoe akan minta tolong.

Berita Kota Gedang dengan segala senang hati membantoe pekerdjaan ini dan djoega soeka menjampaikan segala matjam derma, besar ketjilnja kepada Comite terseboet.

Dan Comite inilah nanti jang akan meoeroes dan memboeatkan mereaka jang perloe di tolong itoe, roemah atau pondok dengan kekoeatan wang didapatnja dan dikoempoelkannja.

Pihak nan perempoean jang dinegeri kita soedah dimoelainja mengoempoelkan berasnja ketika melihat orang jang kebakaran ini.

Dan kaoem lelaki nan diroemah poen telah poela bederma besar ketjilnja agar berobat djoega hati jang loeka itoe.

Sekarang tinggal lagi kepada engkoe engkoe jang dirantau, soepaja sama-sama menjertai pekerdjaan jang moelia ini, agar berhasil baik.

Sekali lagi kita toeliskan siapa-siapa jang meninggal disini jaitoe biai Raha isteri dari Datoek Mahardja, dan sekarang beliau berada di Medan. Fatimah anaknja isteri dari Sahar, dan 3 orang anaknja jang perempoean Hanifah, Junidar dan Sjahrizar. dan biai Lilah meninggal diroemah sakit. Sampai kini engkoe M. Soetan Malenggang masih diroemah sakit lagi, menoeroet keterangan dokter loekanja tiadalah berbahaja benar.

Politie sedang bekerdja keras benar sekarang mentjahari asal-asal api itoe. Dan hasil pemeriksaan ini kelak akan kami kabarkan djoea dalam B.K.G.

Demikianlah bahaja jang telah menimpa kampoeng halaman kita. Berapa besarnja dapatlah kita terka, karena beloem pernah terdjadi hal jang sengeri ini; baik dimana sekalipoen.

Segala kaoem kerabat jang keroesakan ini, pada hari Djoemat malam poekoel 10 22/1-32, jang dari Medan soedah sampai diroemah.

Engkoe M. Soetan Malenggang jang sedjak hari Chamis di pelihara dan di rawat diroemah sakit militair, telah meinggal poela oleh sebab loeka-loekanja brandwonden padi hari Sabtoe pagi poekoel 11 23/1-32. Dan Djenazahnja dibawa dengan auto keroemah familinja poelang.

Sumber: Berita Kota Gedang Tahoen ke IV/No.1/Januari 1932

ADAT SOEMANDO MANJOEMANDO DALAM NEGARI KOTA GEDANG IV KOTO AGAM DIOERAIKAN DALAM CONFERENTIE JANG PERTAMA DARI PERKOEMPOELAN KOTA GEDANG OLEH ENGKOE DATOEK BESAR Selasa, Mar 31 2009 

Madjelis jang terhormat,

Atas permintaan engkoe Vorzitter kita, saja sekarang akan menerangkan sedikit tentang adat soemando manjoemando dalam negari Kota Gedang, berhoeboeng dengan soerat jang diterima oleh Hoofdbestuur Perkoempoelan kita ini dari salah seorang soedara kita jaitoe dari engkoe Rasdjid A. W. jang telah dibatjakan tadi malam.

Maksoed oeraian saja ini ijalah soepaja dapat memberi oedara jang baik dalam kalangan sanak soedara kita, djika nanti membitjarakan hal2 jang berhoeboeng dengan soerat soedara kita jang termaksoed diatas itoe.

Terlebih dahoeloe perloe saja oeraikan sedikit tentang keadaan negari Kota Gedang sendiri, sebab kalau tidak kita ketahoei keadaan negari itoe, soekar nanti boeat kita akan mengerti apa sebabnja adat soemando manjoemando dalam negari itoe demikian adanja, dan boleh djadi kita akan bersalah faham terhadap pada kebiasaan anak negeri itoe.

Negeri Kota Gedang ijalah masoek bagian kelarasan IV Kota didalam Loehak Agam dialam Minangkabau.

Orang Minangkabau menjeboetkan tanah Minangkabau itoe Alam Minangkabau, sebab itoelah alamnja, itoelah doenianja dimana sekalian pendoedoeknja mempoenjai satoe adat dan satoe poesako, satoe hoekoem dan satoe peratoeran, satoe bahasa dan satoe kebiasaan. Disitoe penghoeloenja seandiko, disitoe radja2nja sedaulat.

Manakah dia jang dinamakan Alam Minangkabau itoe? Minangkabau itoe kata orang Minangkabau sendiri ijalah daerah jang saedaran Goenoeng Marapi, selingkaran Batang Bengkawas, sampai ke riak nan badaboea, sampai ka doerian ditakoek Radjo, ke Kilangan Air Bangis, ka pisak pisau hanjoet Kampar Kiri Kampar Kanan, Tapoeang kiri Tapoeang Kanan, sampai ka Sialang balantak basi. Diloear itoe boekanlah lagi termasoek kepada alam atau doenia orang Minangkabau sebab diloear daerah jang terseboet itoe tidaklah pendoedoeknja mempoenjai satoe adat atau satoe hoekoem lagi. Djadi dimasa waktoe dahoeloe sekalian negeri2 atau daerah2 jang diloear alam Minangkabau itoe, soedah termasoek doenia loear, dan pendoedoek2nja termasoek hitoengan bangsa asing di Minangkabau.

Lebih koerang ada 2 millioen banjaknja djiwa jang mendiami daerah itoe dengan ta’loek kepada satoe hoekoem adat jang menoeroet kepertjajaan anak negeri sendiri diwarisi dan dipoesakai dari Datoek Katoemanggoengan dan Perpatih nan Sabatang, dan jang sekarang digenggam herat, dipegang tegoeh oleh lebih koerang 20.000 Panghoeloe dalam adat. Alam Minangkabau itoe terbagi poela atas 3 boeah Loehak, jaitoe Loehak Tanah Datar, Loehak Agam dan Loehak Limapoeloeh Kota jaitoe bahagian2 mana sangat bersamaan tabiat dan fiil pendoedoeknja. Tiap2 Loehak itoe mempoenjai poela beberapa kelarasan, jaitoe bagian2 jang mempoenjai kebiasaan jang bersamaan benar atau jang sedikit sekali perlainan kebiasaannja itoe. Sebab soenggoehpoen diseloeroeh Minangkabau itoe hanja satoe adat jang dipakai, tetapi kebiasaan satoe2 bagian berlainan djoega dalam mendjalankan atau memakai adat jang satoe matjam itoe.

Boeat orang Kota Gedang jang bersamaan benar adatnja, tabiatnja dan kebiasaannja ijalah orang2 IV Koto tadi, jaitoe pendoedoek2 dari koto2 jang 4 boeah banjaknja itoe, jaitoe Sianok, Kota Gedang, Goegoek dan Tabek Sarodjo di Loehak Agam. Oleh sebab itoe mereka dinamai satoe kelarasan adat, satoe laras.

Sekarang teranglah bahwa orang2 dalam ampat boeah negeri tadi, satoe matjam adat dan hoekoemnja, satoe matjam tabiat dan perangainja, dan satoe matjam poela tjara dan langgamnja, pada asal bermoela IV Koto ditjiptakan diatas boemi ini dalam Loehak Agam.

Kalau kita mengatakan di Minagkabau pendoedoek2 negeri2 itoe satoe adat dan hoekoemnja, satoe matjam tabiat dan perangainja, dan satoe matjam poela tjara dan langgamnja, maka artinja ijalah kebiasaan adat soemando manjoemando dalam negeri itoe satoe matjam, sebab adat soemando manjoemando itoelah jang paling terpenting dalam pergaoelan orang Minangkabau, karena sekalian adat2 jang lain bertali rapat benar dengan adat itoe, jaitoe adat waris, adat hoekoem kaloeargo dan adat harta benda (huwelijksrecht, erfrecht, familierecht dan vermogensrechtnja).

Sebaliknja sekalian adat2 jang terseboet dibelakang itoepoen rapat benar pertaliannja satoe sama lain dan poen dengan adat soemando manjoemando itoe.

Oleh sebab itoe tidaklah heran kita kalau orang Minangkabau itoe sangat telitinja memegang adat soemando itoe dan tidak soeka soemando dengan orang2 jang berlainan hoekoem dan adatnja, lain tabiat dan perangainja ataupoen jang berlainan benar tjara dan langgamnja didalam adat dan kebiasaan memakaikan adat.

Itoe tentoe dapat dimengerti, sebab alangkah timpangnja kalau orang soemando atau andan pasoemandan itoe berlainan tabiat dan perangainja dan djoega berlainan tjara dan langgamnja dengan orang tempat ijanja itoe pergi soemando.

Oleh sebab itoe poelalah maka orang2 IV Koto itoe pada asalnja poen hanja sesamanja sadja soemando manjoemando jaitoe antara orang Sianok, Kota Gedang, Goegoek dan Tabek Sarodjo sadja, sebab itoelah diseloeroeh Agam, diseloeroeh Minangkabau, ja, diseloeroeh alam ini, jang bersamaan adat, tabiat dan langgamnja, menoeroet pengertian orang2 dahoeloe itoe.

Diloear IV Koto itoe bagi pendoedoek negeri2 itoe tidaklah ada Alam lagi, sebab diloearnja negerinja itoe soedah berlainan tjara dan langgam orang, dan karena itoe tidaklah soeka ianja soemando manjoemando keloear negerinja itoe, jaitoe takoet akan roesak pergaoelannja dalam kampoengnja, takoet akan binasa harta poesakanja dsb, sebab seperti telah diseboetkan diatas tadi, orang2 loear atau orang2 asing itoe berlainan tjara dan langgamnja, tabiat dan fiilnja dan berlainan kesoekaan dan kemaoeannja dari mereka jang satoe asal, satoe laras di IV Koto itoe.

Boeat orang Minangkabau, djadinja Minangkabau itoelah doenianja, boeat orang Agam, Tanah Datar atau Limapoeloeh Koto, masing2 Loehaknja itoelah jang mendjadi alam dan doenianja dan boeat orang IV Koto, kelarasan IV Koto itoelah sadja jang djadi alamnja.

“’s Lands wijs ’s Lands eer”, kata orang Belanda. Masing2 negeri akan memandang kehormatan adatnja sendiri2, seperti kehormatan dirinja. Menghinakan adat orang atau memandang rendah pada adat sesoeatoe negeri, itoe sama dengan menghinakan dirinja, biarpoen selemah-lemah tenaganja ijanja akan mempertahankan kehormatannja itoe jaitoe adatnja itoe jang lebih ditjintainja dari pada dirinja.

Tandanja orang dahoeloe itoe tidak soeka soemando manjoemando dengan orang jang berlain tjara dan langgamnja bertambah njata lagi setelah pendoedoek negeri2 jang di IV Koto itoe bertambah loeas pemandangannja jaitoe setelah masing2 negeri itoe menempoeh djalan kemadjoean masing2 dirinja, maka berlainan poelalah langgam dan tjaranja pendoedoek masing2 negeri di IV Koto itoe. Dan waktoe kenjataan pada orang2 Sianok dan orang2 Koto Gadang bahwa langgam dan tjara jang dibawakan masing2 pendoedoeknja soedah berlainan tampaknja, maka mereka itoepoen tidaklah soeka lagi soemando manjoemando, padahal waktoe dahoeloenja seperti telah diseboetkan diatas, sekalian orang IV Koto ada timbang terima semoeanja karena satoe adat dan lembaga.

Lamanja orang Kota Gedang tidak soeka timbang terima dengan negeri2 jang lain di IV Koto, sampai sekarang soedah kira2 6 toeroenan atau 100 tahoen. Ini menoeroet kira kira, dengan memperhatikan tjerita orang orang jang paling toea dikampoeng. Djadi soedah ada lebih koerang 100 tahoen lamanja orang Kota Gedang itoe hanja soemando manjoemando dengan pendoedoek Kota Gedang sendiri sadja lagi, sebab menoeroet pendapat mereka hanja di Kota Gedang itoe sadjalah ada lagi orang jang mempoenjai satoe adat, satoe tabiat dan satoe langgam dimoeka boemi ini. Diloear kampoeng Kota Gedang itoe soedah dipandang lain adat, lain tabiat dan lain kebiasaan jang dipakai orang. Djadi tidaklah soeka anak negeri itoe menerima orang laki2 jang berasal dari loear Kota Gedang soemando kekampoengnja. Ta’ada satoe negeri lagi dimoeka boemi ini jang dipandang sama adatnja dengan Kota Gedang.

Laki2 Kota Gedang tapinja masih ada soemando djoea keloear negeri. Itoe tidak dipandang berarti benar, sebab apapoen jang diboeat oleh kaoem laki2 itoe tidak akan besar pengaroehnja pada adat dalam negeri, karena kaoem laki2 itoe boleh dipandang ta’ ada artinja dalam adat poesako, adat soemando, adat kaoem kaloeargo, maoepoen adat harta benda. Biarpoen silaki2 itoe mati, itoe masih tidak akan berapa merobah keadaan kaoemnja. Kalau sekiranja dalam satoe kaoem habis sekalian laki2nja tetapi masih ada tinggal biarpoen satoe orang perempoean, kaoem itoe masih hidoep namanja. Tetapi kalau dalam satoe kaoem tidak ada lagi 1 orang perempoean melainkan ada 10 orang laki2 misalnja, maka kaoem itoe soedah poenah dikatakan orang (uitgestorven), sebab ta’ ada lagi indoek jang akan menjamboeng toeroenan dalam kaoem itoe. Teranglah bahwa alam Minangkabau itoe ijalah alam kaoem perempoean. Perempoeanlah disitoe jang menentoekan hidoep matinja kaoem, timboel tenggelamnja satoe ketoeroenan. Perempoeanlah disitoe jang mendjadi poesat seloeroeh alamnja. Roemah diboeat oentoek perempoean, sawah diloekoe oentoek perempoean, ladang dipelihara oentoek perempoean, teranak digembalakan oentoek perempoean, ja seloeroeh alam itoe berpoetar oentoek perempoean. Djadi tidaklah poela boleh heran kita djika banjak poela kewadjiban2 jang moesti menimpahi hak2nja jang banjak itoe, sebab boeat di Minangkabau kaoem perempoean itoelah jang diseboet kaoem jang koeat atau het sterke geslacht sedang kaoem laki2 hanja kaoem jang lemah sadja dan tidak berdaja.

Apakah kewadjiban perempoean di Minangkabau itoe? Jang paling teroetama mengorbankan dirinja, dengan djalan mena’loek pada sekalian adat istiadat dalam masing2 kampoengnja, teristimewa kepada adat soemando manjoemando tadi. Lebih2 dari pada kaoem laki2, kaoem perempoean itoe mesti menoeroet adat dan kebiasaan jang dilazimkan dalam kampoeng itoe, sebab segala itoe oentoek kepentingannja djoega adanja. Ta’ ada roeginja kaoem laki2 djika habis sawah dan ladang, djika habis emas dan perak, sebab biasanja laki2 itoe ta’ ada mendapat barang seboetir padi atau beras dari sawah kaoemnja itoe. Tjoema betoel satoe kehormatan itoe namanja kalau kemenakan kita senang hidoepnja dan banjak hartanja. Tetapi mendapat bagian dari harta itoe djarang benar laki2 di Minangkabau, selain dari djalan jang tjoerang atau karena soedah melarat benar dan ta’ sanggoep mentjari penghidoepannja sendiri.

Memegang keras adat soemando manjoemando bagi perempoean Minangkabau artinja djadi ijalah mendjaga hak2nja jang banjak dan koeat itoe semoea. Oleh sebab itoe di Minangkabau itoe selaloe kaoem itoe sendirilah jang memegang adat2 negerinja dengan keras dan tegoeh.

Didalam hal jang demikian siapakah jang tidak heran tempo kira2 15 tahoen jang laloe seorang gadis Kota Gedang tidak lagi menempoeh djalan jang biasa dan memperhoeboengkan tali pertjintaan dengan seorang jang boekan berasal Kota Gedang dan oleh karena perboeatan itoe berlakoe diloear dari jang dibiasakan orang Kota Gedang. Sebagai soedah diterangkan diatas, soedah 100 tahoen lebih koerang diwaktoe itoe orang Kota Gedang tidak lagi menerima orang lain soemando ke Kota Gedang. Djangankan orang lain poelau, sedangkan orang jang seasal seketoeroenan djoea dengan mereka, jaitoe orang2 di IV Koto soedah tidak ada soemando manjoemando lagi ke Kota Gedang. Boekankah soedah diterangkan tadi dibalik Kota Gedang itoe ta’ ada lagi alam bagi mereka? Sekarang dengan tiba2 terdjadi hal jang tidak didoega2 akan boleh terdjadi oleh orang dikampoeng itoe, lebih2 oleh familienja sendiri.

Dengan kegoesaran jang maha hebat kaoem familie gadis itoe menerima chabar jang mengemparkan itoe dan dalam mata mereka, satoe hal jang mehinakan sekaoem familienja.

Boekan karena gadis itoe kawin dengan orang loear jang menerbitkan rasa maloe, boekan karena orang Kota Gedang merasa dirinja lebih dari orang2 lain. Tidak. Familie si gadis itoe merasa dirinja terhina dan memperoleh aib dalam kampoeng, karena gadis itoe telah merombak adat kebiasaan di kampoengnja. Dengan itoe menandakan ija tiada soeka lagi sehilir semoedik dengan familie dan kerabatnja, sedoedoek setegak dengan kaoemnja. Itoelah jang menerbitkan kegoesaran pada ahli2 si gadis itoe. Itoelah sebabnja maka penghoeloenja di Kota Gedang “menggantoengkan paroeh dan mehamparkan sajap”
kemoeka madjelis Ninik Mamak nan 24 di Kota Gedang, mengadoekan halnja dan mentjeritakan hal kemenakannja jang soedah “tinggi ba’ langit keras ba’ batoe” itoe, serta menerangkan bahwa sekalian ahli dan kerabatnja dalam sekaoemnja itoe telah memandangkan anak itoe sebagai tingkarang karena soedah menimpa kaoemnja dengan maloe besar dalam pandangan adat kebiasaan di Kota Gedang. Sekalian ahli gadis itoe memandangnja satoe anak jang doerhaka dan sangatlah maloenja mereka meingat bahwa anak merekalah jang telah meloear dari kebiasaan orang Kota Gedang, jang telah berlakoe indisciplinair dengan kaoem2nja jang lain.
Terlebih2 panghoeloe kaoem gadis itoe jang mendapat tamparan jang hebat dimoekanja itoe, pada anggapan orang dikampoeng. Sehingga mereka semoea memintak soepaja sekalian orang Kota Gedang dengan pimpinan Ninik Mamak Panghoeloe nan 24 akan memandang bahwa si gadis itoe soedah menjisihkan diri dari kaoemnja djadi djoega dari orang Kota Gedang sekalian, sebab tidak lagi soeka doedoek sama rendah atau menjoeroek sama boengkoek dengan orang Kota Gedang jang lain. Demikianlah waktoe itoe djatoeh poetoesan jang maha berat dari Ninik Mamak dalam negeri atas desakan ahli dan kerabat si gadis itoe sendiri.

Peredaran zaman mengambil satoe korban, karena satoe perasaan toea bertempoer dengan perasaan moeda.

Tetapi didalam hal si gadis itoe teranglah bagi engkoe2 bahwa boekan Ninik Mamak nan 24 jang tidak mengerti akan peredaran zaman, sebab seperti telah saja oeraikan diatas, boekanlah beliau2 itoe jang dengan angkasa dan moerka menjeret si gadis kehadapan satoe madjelis hakim2, melainkan ahli kerabatnja sendiri jang telah mehamparkan sajap mengantoengkan paroeh soepaja mereka djangan dianggap sekoetoe dengan gadis jang berlakoe diloear kebiasaan itoe. Ini saja tegaskan disini, sebab kerap kali saja merasa seolah2 orang2 berfikir bahwa Ninik Mamak nan 24 itoelah jang berlakoe ganas terhadap kepada kaoem poeteri di Kota Gedang. Saja sebagai panghoeloe nan 24 dalam negeri Kota Gedang membantah denagn keras akan anggapan jang tiada beralasan itoe, sebab lihatlah engkoe2 betapa merdeka dan bebasnja gadis2 orang kita djika dibanding dengan soedara2nja diseloeroeh Minangkabau. Dengan soedara2nja diseloeroeh Minangkabau kata saja, sebab kalau e.e. adil tentoe tidak e.e. akan mintak dibandingkan dengan orang2 jang boekan bangsa Minangkabau, jang mempoenjai lain adat dan kebiasaan.

Sesoedah terdjadi hal dengan gadis jang saja maksoed diatas tadi, maka semangkin takoet orang di Kota Gedang berlakoe indisciplinair. Tetapi poela semangkin terasa sempitnja kebiasaan itoe bagi poeteri2 kita, sehingga soenggoehpoen kebiasaan itoe soedah mangkin keras, ada djoega lagi jang meloear sebab alam ini teroes berpoetar.

Moedah2an oeraian saja diatas ini dapat memperlihatkan kepada e.e bahwa dalam adat kebiasaan orang Kota Gedang tidak menerima soemando orang loear Kota Gedang, tidaklah djoea terletak perasaan memandang diri bahwa orang diloear Kota Gedang koerang atau hina dari orang Kota Gedang, melainkan semata2 kehendaknja jang dapat dimengerti dari tiap2 golongan manoesia hendak mempertahankan adat lembaga negerinja masing2, dan oentoek itoe berichtiar soepaja seboleh2nja sedikit sekali berhoeboeng dengan orang jang berlainan kebiasaan, berlainan tabiat dan berlainan adat dan lembaganja.

Terima Kasih

Sumber: Soeara Kemadjoean Tahoen ke I/ No.2/Februari 1934

Gemeente Kampoeng Kota Gedang Minggu, Mar 29 2009 

[Samb Sr. K.G. no 11]

Maka dengan beberapa besar harapan kami jang djadi Comite ini soepaja segala ankoe2 Inl. Ambtenaar laki2 perampoean jang berpendapatan lebih dari f. 25,- seboelan dengan segala soeka hatilah hendaknja memberi derma jang f 3,- setahoen itoe; karena boektinja soedah terang dan njata bagi segala sanak soedara jang melihati setiap2 hari atau jang poelang satoe2 kali soedah ada perbedaannja karena tiada menjoesahkan lagi melaloei djalan2 jang telah dibersihkan itoe.

Soenggoehpoen demikian sepandjang ingatan kami masih banjak lagi jang perloe dibetoelkan, jaitoe memberi berkasik dan memperbaiki parit2nja dan membetoelkan tinggi rendahnja segala djalan2 itoe semoeanja, jang telah soedah ijalah sekadar membetoelkan lobang2 jang tinggi rendahan ditengah2 djalan dan bandarnja sadja baharoe karena maksoed kami soepaja boleh sama2 rata2 terkerdjakan dengan oeang jang sedemikian banjaknja tapi oleh karena oesaha dan jakinnja kami memakai dengan berhemat2 oeang itoe adalah djoega bertambah sedikit; djalan2 soedah terkerdjakan semoeanja.

Dan ankoe2 lebih mengetahoei djoega segala djalan2 dinegeri kita semoeanja dari tanah belaka beloem ada jang bertimboen dengan kasik, tentoelah lekas poela roesaknja; tambahan zaman sekarang banjak jang dilaloe bendi kakampoeng2 dan halaman masing2 orang jang memakainja sebab itoelah dari sekarang kami soedah memoelai meichtiarkan menggadji koeli boeat meambil kasik2 akan penimboen djalan-djalan itoe.

Lagi tiadalah salah sebagai di katakan tempo hari djika negeri kita didatangi oleh orang2 lain negeri berapakah maloe dan segannja kita, tapi sekarang soedah terhindarlah jang sedemikian itoe karena pada 11-9-20 telah datang orang2 moedik Padang kira2 80 orang banjaknja mengoendjoengi dan mendjangoe’ almarhoem ankoe Datoe’ Narajau Djaksa Priaman pensioen serta alm. ankoe Pamoentjak ajahnja dari ankoe Dt. Narajau jang sekarang dan Panghoeloe Kepala Kota Gedang nan kini dengan membawa 1 ekor djawi dengan beberapa ratoes kerambil dan beras boeat mendoa menjadai arwah baliau2 itoe.

Dan djoega sepandjang niat dan maksoed kami itoepoen tentoe ada djoega semoefakat dengan segala ninik mamak dan sanak soedara serta ankoe-ankoe ambtenaar jang memberi derma2 ini ijalah hendak meatoerkan benar segala djalan-djalan dari halaman ke halaman, seboeah2 roemah dan merambah segala rimba dan samak2 jang didekat kampoeng2 soepaja tampak kebersihannja dan sebagai meadjak indoek2 jang mendiami, membersihkan pekarangan masing2.

Lain tiada harapan kami kepada segala ankoe2 ambtenaar djoega jang akan bermoerah hati menggenapkan pembajaran derma ini masing2nja. Soepaja boleh teratoer kebersihan negeri kita ini hendaknja, insjallah tiap-tiap sesoedah dikerdjakan berapa-berapa memakai ongkos kami akan memboeat djoega keterangan oeang2 jang terpakai itoe soepaja ankoe ankoe dapat mengetahoei adanja.

Salam kami atas nama Comite

Administratie

DATOE MOEDA

Sumber: Soeara Kota Gedang Tahoen ke V/ No.12/Oktober 1920

Halaman Berikutnya »